25 Terduga Anggota Jaringan Teroris Uzla Diamankan di Kalteng

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah menyebutkan ada 25 orang diduga teroris yang telah diamankan oleh aparat di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas.
Newswire | 11 Juni 2019 15:15 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, PALANGKA RAYA - Sebanyak 25 terduga teroris diamankan dari dua lokasi berbeda di Kalimantan Tengah.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah menyebutkan ada 25 orang diduga teroris yang telah diamankan oleh aparat di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas.

"Saat ini mereka telah diamankan oleh aparat, untuk yang di Palangka Raya jumlahnya sekitar 15 orang dan Gunung Mas 10 orang," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalteng Agus Pramono di Palangka Raya, Selasa (11/6/2019).

Secara terperinci Agus menjelaskan mereka yang diamankan di Palangka Raya terdiri dari enam laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa serta lima anak-anak. Sedangkan di Gumas, Agus hanya menyebut sepuluh orang tanpa menjabarkannya.

Mereka yang telah diamankan itu diduga termasuk dalam jaringan teroris Uzla dan masih belum lama berada di wilayah Kalteng. Saat ini koordinasi terus dibangun pihaknya bersama Kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Kejadian ini hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak, untuk lebih waspada dan berhati-hati guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Terlebih saat ini masih dalam suasana Lebaran, biasanya pada arus balik banyak warga pendatang baru dari luar Kalteng yang akan datang dan mengadu nasibnya. Mulai dari mencari pekerjaan, hingga membuka usaha sendiri.

Tingginya animo warga pendatang yang ingin ke Kalteng harus menjadi perhatian dari semua pihak, khususnya masing-masing pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait di wilayah setempat.

"Galakkan pengawasan kepada masyarakat dan kondisi di lingkungan sekitar, terlebih pada saat arus balik Lebaran. Sehingga dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan memanfaatkan momen itu," ungkap Agus.

Agus menjelaskan, terorisme dan radikalisme merupakan dua hal yang harus diwaspadai dan diantisipasi, sebab membahayakan persatuan dan kesatuan, termasuk keamanan dan ketertiban.

Selain itu agar efektif dan efisiennya pengamanan lingkungan, seharusnya dilakukan dari tingkat yang paling bawah. Yakni dengan mengaktifkan kembali kegiatan jaga malam oleh warga di setiap lingkungan serta memaksimalkan peran ataupun fungsi dari ketua rukun tetangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top