Anak Terpapar Asap Kebakaran Hutan Diminta Tak Minum Es

Dinas Kesehatan Kota, Provinsi Kalimantan Barat, menyarankan anak-anak tidak meminum es agar tidak mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 September 2019  |  12:57 WIB
Anak Terpapar Asap Kebakaran Hutan Diminta Tak Minum Es
Warga beraktivitas dengan mengenakan masker di dekat menara kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019). Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa provinsi di Indonesia meluas sehingga menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah di Malaysia. - Antara/Rafiuddin Abdul Rahman

Bisnis.com, PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota, Provinsi Kalimantan Barat, menyarankan anak-anak tidak meminum es agar tidak mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Selain menjaga kesehatan dengan banyak mengkonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih, yang paling penting anak-anak tidak mengkonsumsi es agar terhindar dari ISPA di musim kemarau saat ini," kata Kadis Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Selasa (10/9/2019).

Ia menjelaskan, meskipun saat ini pasien ISPA yang dirawat di Puskesmas belum menunjukkan peningkatan, tetapi tidak ada salahnya kalau para orangtua menjaga agar anak-anak mereka agar tidak mengkonsumsi es.

"Tetapi marilah perbanyak minum air putih dan buah sehingga stamina selalu terjaga dan tidak mudah sakit seperti ISPA," ungkapnya.

Data Dinkes Kota Pontianak, saat ini rata-rata per hari sekitar 100 pasien ISPA yang tersebar di 23 Puskesmas atau rata-rata empat hingga lima orang yang berkunjung ke Puskesmas yang ada di Kota Pontianak itu.

"Angka tersebut masih dalam batas normal, karena kalau yang namanya sakit ISPA atau pilek di hari biasa juga pasti ada. Tetapi dampak dari kabut asap bagi kesehatan tidak langsung, melainkan bisa dalam satu minggu ke depannya, sehingga tidak ada salahnya bagi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan," katanya.

Menurut dia, mayoritas penderita ISPA tersebut anak-anak, apalagi kalau memang ada riwayat penyakit asma atau alergi terhadap udara yang kurang sehat, sehingga sangat rentan mengalami ISPA dalam kabut asap saat ini.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio-Pontianak menyatakan bahwa hasil pemantauan 9 September pagi hingga 10 September pagi menunjukkan 567 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut BMKG, titik panas tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat kecuali Kota Pontianak. Namun Kota Pontianak ikut merasakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di daerah tetangga.

Sejumlah warga Kota Pontianak, saat ini sudah mengeluhkan semakin buruknya kualitas udara, bahkan udara yang dihirup terasa "pahit" dampak dari kabut asap yang merupakan dari Karhutla di sejumlah daerah di Kalbar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top