Harga Sayuran dan Angkutan Udara Kembali Dorong Deflasi

Kota Balikpapan mengalami deflasi pada Oktober 2019 dengan tren yang lebih rendah dibandingkan dengan deflasi pada bulan sebelumnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 November 2019  |  18:38 WIB
Harga Sayuran dan Angkutan Udara Kembali Dorong Deflasi
Ilustrasi sayur mayur - Antara/Noveradika

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan mengalami deflasi pada Oktober 2019 dengan tren yang lebih rendah dibandingkan dengan deflasi pada bulan sebelumnya.

Pada Oktober 2019, Kota Balikpapan mencatatkan deflasi sebesar -0,69% (mtm), dibandingkan deflasi periode sebelumnya yang sebesar -0,03% (mtm) maupun rata-rata deflasi bulan Oktober selama 3 tahun terakhir yang sebesar -0,32% (mtm). Namun jika dilihat secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 1,93% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur sebesar 1,51% (yoy), namun lebih rendah dibandingkan dengan nasional sebesar 3,13% (yoy).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, inflasi tahunan kota Balikpapan tercatat terendah keempat di Pulau Kalimantan setelah Samarinda, Tanjung dan Singkawang. Selain itu, secara tahun kalender, inflasi pada Oktober 2019 mencapai 1,05% (ytd).

Bimo menjelaskan bahwa deflasi pada Oktober disebabkan oleh penurunan harga kelompok bahan makanan terutama pada komoditas sayur-sayuran seperti kangkung, bayam dan sawi hijau karena kembali normalnya pasokan dengan mulainya musim hujan.

Tak hanya itu, deflasi juga didorong oleh penurunan harga ikan segar sejalan peningkatan produksi di tengah gelombang laut yang lebih kondusif.

“Penurunan tarif angkutan udara juga mendorong deflasi kelompok transport, komunikasi & jasa keuangan. Di sisi lain, laju deflasi sedikit tertahan dampak kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau terutama pada komoditas rokok dan mie kering,” jelasnya melalui keterangan resmi Jumat (1/11/2019).

Bimo pun memproyeksikan ke depan terdapat sejumlah faktor yang masih akan memberi tekanan terhadap inflasi. Diantaranya kenaikan permintaan mendekati akhir tahun, masuknya musim hujan di daerah pemasok khususnya jawa yang dapat berisiko terhadap produktivitas tanaman holtikultura seperti cabai.

“Stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan tetap dilakukanguna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% pada 2019,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top