Ekspor UMkM Kopi dan Lada Dipacu

Selain lada, Philipus menyebutkan terdapat pengusaha kopi yang sudah mengantongi sertifikasi ekspor terbatas. Negara tujuan yang tengah dijajaki adalah Swiss. Dia mengharapkan tahun depan hal tersebut bisa terealisasikan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 November 2019  |  19:17 WIB
Ekspor UMkM Kopi dan Lada Dipacu
Pekerja menyortir biji kopi - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah kota Balikpapan mengharapkan dapat memacu kinerja ekspor melalui sektor industri Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Philipus Rimpa mengatakan selama ini kota minyak tak banyak menghasilkan produk perdagangan tambang tetapi menjadi jalur yang dilewati kepabeanan. Kondisi tersebut lantaran Balikapapan disokong oleh keberadaan pelabuhan dan infrastruktur yang memadai.

Namun di sisi lain, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena Balikpapan sebetulnya memiliki produk dan jasa lokal yang belum digali l, utamanya dari sektor pangan.

"Itu dalam waktu dekat potensi ekspor ladanya mau dikirim. Pengusahanya sudah ketemu buyer sudah. Tinggal nota kesepahaman-nya yang masih ditinjau lagi. Dengan adanya Surat Keterangan Asal (SKA) kami berupaya supaya pajaknya bea masuknya ke sana nggak tinggi," jelasnya Minggu (17/11/2019).

Selain lada, Philipus menyebutkan terdapat pengusaha kopi yang sudah mengantongi sertifikasi ekspor terbatas. Negara tujuan yang tengah dijajaki adalah Swiss. Dia mengharapkan tahun depan hal tersebut bisa terealisasikan.

Belum lagi kue salak yang rencananya diekspor ke Timur Tengah. Volumenya memang masih kecil tetapi nantinya diharapkan bisa mencapai satu kontainer.

"UKM ini kan selama ini belum ada ekspor. Kami beri semangat untuk UMKM ini," tekannya.

Sementara itu, untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Wali Kota Balikpapan akan mengalokasikan anggaran dalam program sertifikasi halal.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan alokasi anggaran untuk meringankan pemilik usaha kecil dalam mengurus sertifikat halal.

Selanjutnya, untuk menentukan besaran alokasi tersebut, hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan Kementerian Agama, yang telah mengambil alih penerbitan sertifikat halal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top