Ditopang Ekspor Batu Bara, Ekonomi Kaltim Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen

Ekonomi Kalimantan Timur diperkirakan tumbuh di atas 5 persen pada 2019 ditopang oleh kencangnya ekspor pertambangan hingga Kuaral III/2019.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  17:55 WIB
Ditopang Ekspor Batu Bara, Ekonomi Kaltim Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Ekonomi Kalimantan Timur diperkirakan tumbuh di atas 5 persen pada 2019 ditopang oleh kencangnya ekspor pertambangan hingga Kuaral III/2019.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur Tutuk Cahyono mengatakan kinerja produsen batubara Kalimantan Timur yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) cukup kuat.

“Perkiraan kami memang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, dengan kuatnya ekspor batu bara dari Izin Usaha Pertambangan (IUP),” Jelasnya Jumat (6/12/2019).

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan pertumbuhan ekonomi mempertimbangkan faktor konsumsi dan investasi, termasuk kondisi inflasi tahun ini yang lebih terkendali. Menurut Isran, investasi Kaltim pada tahun ini tergolong baik khususnya sektor infrastruktur.

“Investasi dari masyarakat atau swasta juga bagus. Sektor pertambangan juga mendominasi sebesar 45 persen untuk ekonomi Kaltim,” tekannya.

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Penajam Pase Utara (PPU) dan Paser pada akhir tahun ini akan tumbuh tinggi masing-masing dalam kisaran 2,5 persen -- 3,0 persen dan 5,0 persen hingga 5,5 persen yang didukung oleh peningkatan kinerja sektor tambang.

Sementara untuk Balikpapan, ekonomi daerah ini diproyeksikan tumbuh melambat.

Bank Indonesia perwakilan Balikpapan memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 4,2 persen-4,7 persen atau di bawah 5 persen.

Kepala BI Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh perlambatan sektor industri pengolahan. Khususnya karena aktivitas pemeliharaan rutin industri pengolahan migas yang mulai berkurang.

Meski demikian, perlambatan lebih dalam mampu tertahan oleh kinerja sektor konstruksi yang mengalami pertumbuhan melalui realisasi proyek strategis nasional dan peningkatan aktivitas perdagangan dan transportasi.

“Perlambatan ekonomi Balikpapan bersumber melemahnya net ekspor daerah. Akan tetapi kemampuan investasi dari pemerintah dan swasta di sepanjang tahun 2019 mengalami peningkatan. Pembentukan modal tetap bruto meningkat,” ujarnya.

Bank Indonesia merinci kontribusi pertumbuhan ekonomi dari sektor kontruksi sebesar 15 persen, transportasi 12 persen, perdagangan 9 persen, industri pengolahan sebesar 45 persen.

Ekonomi Kalimantan Timur secara kumulatif triwulan I-III/2019 tumbuh 5,93 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun Ekonomi Bumi Etam pada Triwulan III/2019 terhadap Triwulan III/2018 tumbuh sebesar 6,89 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan capaian Triwulan III-2018 yang tumbuh sebesar 1,83 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara year on year (yoy) dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh sebesar 11,46 persen.

Dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 15,94 persen.

Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III/2019 dibandingkan dengan Triwulan II/2019 tumbuh sebesar 1,48 persen(q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada Triwulan III/2019 dicapai oleh Lapangan Usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 6,81 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,92 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi, kaltim

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top