Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Nataru, Harga Produk Industri Peternakan Distabilisasi

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, stabilisasi harga produk industri peternakan dilakukan guna mengantisipasi adanya gejolak harga di pasaran.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  20:46 WIB
Ilustrasi peternak mengumpulkan telur ayam. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Ilustrasi peternak mengumpulkan telur ayam. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, stabilisasi harga produk industri peternakan dilakukan guna mengantisipasi adanya gejolak harga di pasaran.

Ketua Bidang Usaha, Promosi dan Sosial Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) Ricky Bangsaratoe mengatakan sejauh ini produksi ayam cukup baik dan siap untuk pasokan Nataru.

Dia memperkirakan dengan adanya peningkatan produktivitas, akan ada stok tambahan dari produksi yang rutin yang dilakukan oleh para peternak. Namun, diharapkan kondisi tersebut tak membuat pemerintah menjadi lengah dalam melakukan pengawasan.

“Terutama mengingat bahwa di Kaltim atau Balikpapan, demand dan supply-nya wajib diwaspadai. Produksi lokal masih sedikit, sedangkan permintaan tinggi. Tapi kami yakin, tim dari Satgas Pangan mampu mengatasi permasalahan tersebut, buktinya tidak ada gejolak yang signifikan,” ujarnya pada Rabu (18/12/2019).

Adapun harga telur dan daging ayam memang mengalami fluktuasi, dan pasca-Lebaran lalu harga cenderung masih meninggi. Menurutnya, faktor pemicunya yakni adanya kenaikan harga pakan.

Dengan demikian, pihaknya sangat berharap agar pemerintah dapat menstabilkan harga pakan ternak. Dia menegaskan harga pakan yang terjangkau oleh peternak akan berpengaruh terhadap biaya produksi.

“Biaya produksi tiga setengah kali harga pakan. Kalau harga pakannya tinggi, tentunya akan berdampak pada harga telur. Namun, pada bagian lain kita juga tidak boleh mematok harga dengan sesuka hati karena pemerintah sudah menetapkan harga dasar acuan,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta kepada Satgas pangan agar menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para peternak. Dia menekankan agar sebelum telur tersebut didistribusikan ke para pengecer dan dikirim ke konsumen, para peternak terlebih dahulu melakukan pengepulan.

“Kami minta, jangan nanti setelah para peternak melakukan pengepulan dianggap menimbun, kemudian ditangkap. Kalau itu terjadi, para peternak khawatir,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unggas peternak ayam
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top