Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seorang Pasien Covid-19 Penajam Paser Utara dari Klaster Gowa Dinyatakan Sembuh

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengumumkan seorang pasien yang sebelumnya terkonfimasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) telah dinyatakan sembuh.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 April 2020  |  20:42 WIB
Ilustrasi virus corona - Antara/Shutterstock
Ilustrasi virus corona - Antara/Shutterstock

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengumumkan seorang pasien yang sebelumnya terkonfimasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) telah dinyatakan sembuh.

Hal itu diumumkan setelah Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud menerima hasil laboratorium uji swab pandemi Covid-19 dari 14 orang yang terkonfirmasi positif.

Gafur mengatakan bahwa pasien yang dinyatakan sembuh tersebut adalah pasien 04, pria berusia 21 tahun dan merupakan Klaster Gowa.

“Yang bersangkutan kita rawat sejak tanggal 2 April 2020 setelah rapid test dinyatakan positif. Tanggal 6 April kita dapat konfirmasi yang bersangkutan positif Covid-19 bersama 3 orang pasien lainnya berdasarkan hasil swab,” katanya melalui keterangan pers, Selasa (28/4/2020).

Gafur menjelaskan bahwa pasien 04 dinyatakan sembuh setelah dua kali diambil sampel swab. Hasil pemeriksaan klinis yang dilakukan oleh dokter penanggungjawab juga menyimpulkan kondisinya sudah sangat baik.

Di sisi lain, ada penambahan satu kasus positif di Penajam tanpa gejala, yang menjadi pasien nomor 15. Pasien ini terserang corona karena kontak erat dengan pasien 06, 07, dan 11 dari Klaster Gowa.

“Jenis kelamin perempuan, usia 22 tahun. Pasien 15 ini memiliki seorang bayi berusia 14 hari dan kita telah melakukan swab kepada bayi tersebut dengan hasil negatif,” jelasnya.

Gafur menjelaskan bahwa masyarakat diminta untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah. Bagi yang merasakan adanya keluhan sakit segera menghubungi petugas kesehatan terdekat.

Masyarakat juga diajak menyampaikan dengan jujur apa yang dirasakan, pernah kontak erat dengan siapa saja, atau pernah berkunjung ke daerah mana saja. Dengan begitu, petugas kesehatan dapat melakukan diagnosa dengan tepat. Hal tersebut juga dapat melindungi petugas kesehatan dari terpaparnya Covid-19.

“Kalau petugas kesehatan yang terpapar, tentu akan sangat sulit bagi kita untuk melakukan perawatan bagi pasien lainnya, oleh karena itu, kejujuran dari pasien yang berobat ke Puskesmas ataupun ke Rumah Sakit sangat kita harapkan,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien sembuh COVID-19
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top