Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltara Dibantu Kemenkes dalam Penyaluran Vaksin ke Daerah

Dalam rapat virtual bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Pjs Gubernur Kalimantan Utara Teguh Setyabudi menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah, terutama perlunya mengantisipasi kendala distribusi vaksin.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 30 November 2020  |  20:35 WIB
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pengadaan vaksin oleh Pemerintah Pusat menemui beberapa kendala di Provinsi Kalimantan Utara.

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara Teguh Setyabudi mengatakan ada hal-hal yang perlu diantisipasi pemerintah maupun pemerintah daerah sebelum vaksinasi dilakukan.

“Salah satunya penganggaran. Bertepatan sekarang kita lagi proses penyusunan RAPBD 2021. Tadi sudah saya perintahkan kepada Sekda, itu yang harus dipersiapkan juga,” ujarnya yang dikutip dari Humas Kaltara, Senin (30/11/2020).

Teguh menyatakan bahwa dalam rapat virtual bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dia menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah, terutama perlunya mengantisipasi kendala distribusi vaksin serta kebutuhan tenaga vaksinator. 

“Itu dipertimbangkan oleh Menkes, tetapi Pak Menteri juga tadi menyampaikan bahwa kita akan di-support dengan tenaga relawan yang sudah didik oleh Kemenkes,” ujarnya. 

Di sisi lain, vaksin juga memerlukan ruang pendingin khusus. Teguh mengakui, ketersediaannya terbatas pada Kota Tarakan saja.

"Jadi saya tadi juga sampaikan, bahwa itu juga bisa menjadi kendala. Dan insyallah nanti Kemenkes akan melakukan survei masalah cool room itu,” katanya. 

Potensi masalah lainnya adalah jalur distribusi vaksin ke wilayah pedalaman dan perbatasan, dimana pada daerah-daerah tertentu harus melewati jalur sungai dan yang lain hanya melalui udara. Sehingga, Kaltara memerlukan bantuan dari Kemenkes disaat kondisi fiskal yang terbatas. 

"Dan dari sisi transportasi vaksinasi, ternyata juga Kemenkes siap akan membantu masalah transportasi itu,” jelasnya. 

Berdasarkan plafon, pemerintah akan memberikan kuota sebanyak 465.036 vaksin Covid-19 bagi Kaltara.

“Itu alokasi sementara. Kita masih melakukan penyesuaian,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top