Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,51 Persen di Kuartal III/2021, Kedua Terendah se-Kalimantan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kaltim berada pada peringkat kedua terendah se Kalimantan, dimana posisi teratas diraih Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yaitu sebesar 5,24 persen.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 08 November 2021  |  19:11 WIB
Gerbang tol Samboja di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur./Bisnis - Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan 2020
Gerbang tol Samboja di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur./Bisnis - Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan 2020

Bisnis.com, SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat tetap tumbuh positif sebesar 4,51 persen pada kuartal III/2021.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kaltim berada pada peringkat kedua terendah se Kalimantan, dimana posisi teratas diraih Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yaitu sebesar 5,24 persen.

Kendati demikian, Kaltim menjadi penyumbang terbesar di Pulau Kalimantan yang mencapai 50,20 persen, sedangkan Kaltara hanya sebesar 7,87 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk SH Cahyono menyatakan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada kuartal III/2021 melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,76 persen.

“Akibat pembatasan-pembatasan di tengah meningkatnya Covid-19 pada Kuartal II/2021,” ujarnya, Senin (8/11/2021).

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih ditopang oleh sektor pertambangan yang mampu tumbuh positif dan share yang besar terhadap ekonomi Kaltim di tengah kinerja industri pengolahan dan perdagangan yang mengalami penurunan akibat pembatasan aktivitas pada pertengahan kuartal III/2021.

"Pengaruh covid memang sangat berpengaruh pada kinerja ekonomi kita," sebutnya.

Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi yang ideal mengentaskan kemiskinan dalam jumlah yang banyak sebesar 10 persen.

"China bisa mengentaskan orang miskin sebanyak 800 juta orang dalam 45 tahun ketika pertumbuhan ekonominya 10 persen per tahun dalam jangka waktu cukup panjang," katanya.

Adapun, dia mendorong agar Kaltim mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru diluar batu bara dan perkebunan sawit agar pertumbuhan ekonominya bisa tinggi.

“Pariwisata adalah salah satunya, juga hilirisasi batubara dan Crude Palm Oil (CPO), dan pengembangan Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM),” pungkasnya.

Sebagai informasi, hanya Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu dari 4,40 persen menjadi 4,82 persen di kuartal III/2021.

Menurut lapangan usaha, sektor pertanian, pertambangan dan konstruksi mengalami peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya dengan capaian masing-masing sebesar 2,86 persen, 6,6 persen dan 5,46 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top