Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Kaltim Capai 0,68 Persen Desember 2021, BI Kaltim: Rendah dan Terkendali

Pencapaian inflasi tersebut membuat inflasi Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 tercatat sebesar 2,15 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 0,78 persen (yoy) dan capaian nasional yang berada pada pada 1,87% (yoy)
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  16:30 WIB
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020).  - Bisnis
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020). - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA ––  Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2021 mencatatkan inflasi sebesar 0,68 persen atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk S.H. Cahyono menyatakan Kaltim mengalami inflasi yang rendah dan terkendali di bawah rentang target inflasi nasional pada Desember 2021.

“Pencapaian inflasi tersebut membuat inflasi Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 tercatat sebesar 2,15 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 0,78 persen (yoy) dan capaian nasional yang berada pada pada 1,87 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/1/2021).

Tutuk mengungkapkan bahwa pencapaian inflasi Kaltim 2021 masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 3,00 ± 1 persen.

“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Desember 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 1,78 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,12 persen (mtm), dimana kelompok ini merupakan kelompok dengan tingkat inflasi tertinggi pada bulan Desember 2021.

“Selain itu, cabai rawit merupakan komoditas utama penyumbang inflasi Kaltim bulan ini dengan andil 0,26 persen (mtm) terhadap pembentukan inflasi Kaltim,” ungkapnya.

Kemudian, Tutuk menjelaskan Inflasi pada kelompok tersebut disebabkan oleh peningkatan aktivitas dan permintaan masyarakat terhadap komoditas bahan pangan strategis pada momen libur HBKN Nataru di tengah musim panen yang telah berlalu di daerah sentra produksi.

Sementara itu, kelompok transportasi juga menjadi penyumbang inflasi terbesar setelah kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,39 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,30 persen (mtm).

Adapun, dia menuturkan bahwa komoditas utama penyumbang inflasi dari kelompok tersebut adalah tarif angkutan udara dengan tingkat inflasi sebesar 9,85 persen (mtm) serta andil inflasi sebesar 0,15 persen (mtm).

“Peningkatan inflasi pada kelompok tranportasi disebabkan oleh berlanjutnya peningkatan mobilitas masyarakat di bulan Desember 2021 seiring dengan kasus COVID-19 yang terus melandai di Indonesia maupun Kaltim,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top