Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kacau! Harga TBS Anjlok, Petani Swadaya Diklaim Hanya Terima Rp300 Per Kilogram

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Paser Iwan Himawan menyatakan penurunan harga TBS sangat signifikan, bahkan jauh lebih rendah dari yang telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  13:25 WIB
Kacau! Harga TBS Anjlok, Petani Swadaya Diklaim Hanya Terima Rp300 Per Kilogram
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Petani sawit di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur mengeluhkan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit (PKS) setempat.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Paser Iwan Himawan menyatakan penurunan harga TBS sangat signifikan, bahkan jauh lebih rendah dari yang telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim.

“Menurut saya sangat jauh turunnya, tim penetapan harga provinsi untuk minggu ini sampai akhir bulan paling rendah Rp2.300 dan paling tinggi Rp2.900. Faktanya di lapangan harga di pabrik Rp1.100 apalagi tengkulak yang tersebar di desa, ada Rp800,” ujarnya, Senin (27/6/2022).

Dia menambahkan, kebijakan yang telah ditetapkan sangat berlawanan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Dia bahkan menyebutkan, ketetapan itu hanya bersifat formalitas belaka.

“Coba bayangkan, mana sikap pemerintah ini untuk mengendalikan harga itu, masa kalah sama pabrik. Ketetapan provinsi hanya sebuah kertas saja, tidak ada wibawa,” keluhnya.

Iwan menjelaskan, harga TBS untuk daerah Long Ikis dan sekitarnya terdiri dari Rp800 hingga Rp900 untuk loading ramp dan Rp1.100 di PKS.

“Ketetapan pemerintah Rp2.300, dibeli pabrik cuma Rp1.100. Sementara di satu sisi bicara sawit berkelanjutan, udah kacau Negara ini, Paser parah [kondisinya],” katanya.

Iwan mengungkapkan bahwa petani-petani kecil hanya dapat menjangkau loading ramp terdekat dari kebun mereka. Dengan anjloknya harga TBS , menurut perhitungan Iwan, para petani atau pemilik kebun hanya menerima setidaknya Rp300 per kilogram TBS.

“Syukur-syukur bisa Rp500 per kilogram itu karena [adanya] upah panen, transportasi dari kebun menuju loading dan pembelian tengkulak terdekat, jadi yang Rp900 di loading ramp paling Rp 300 saja bisa diterima oleh petani atau pemilik kebun,” jelasnya.

Adapun, dia menuturkan bahwa sudah saatnya pemerintah mengawal kemitraan petani dengan pabrik sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 1/2018 sebagai pedoman penetapan harga pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun.

“Saya khawatir itu bukan petani sesungguhnya, tetapi para mafia mengatas namakan petani/kelembagaan petani. Karena menurut saya itu bukan kemitraan itu sesuai Permentan no 01,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, periode 1 sampai dengan 15 Juni 2022, harga TBS untuk usia tanaman tiga tahun sebesar Rp2.484,48 dan tanaman lebih dari 10 tahun mencapai Rp2.818,85.

Sedangkan, CPO tertimbang dikenakan harga Rp12.877,05 dan harga kernel (inti sawit) rerata tertimbang yang sama sebesar Rp7.586,25.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kelapa sawit
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top