Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perumda Samarinda Bakal Layani Penerbangan Perintis, Diharapkan Dongkrak PAD

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu menyatakan Pemkot Samarinda berencana memiliki maskapai penerbangan baru di Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto Samarinda.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  17:41 WIB
Perumda Samarinda Bakal Layani Penerbangan Perintis, Diharapkan Dongkrak PAD
Penerbangan perintis. - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggali ceruk pasar penerbangan regional guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu menyatakan Pemkot Samarinda berencana memiliki maskapai penerbangan di Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto Samarinda.

“Ada kerja sama penyewaan pesawat, [yang melayani] penumpang di wilayah regional Kalimantan timur dan Kalimantan Utara. Misal Balikpapan-Samarinda, Samarinda-Tarakan,” ujarnya, Senin (5/7/2022).

Dia melanjutkan, dengan kerja sama B-to-B (Business-to-Business) antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga dengan PT Big Jets Air Service, Pemkot Samarinda berupaya meningkatkan setoran PAD sekaligus memanfaatkan peluang pasar di bidang penerbangan perintis.

“Tahun ini Wali Kota minta terealisasi. Tapi, kerja sama masih dibicarakan dan pesawat belum ada di Samarinda,” katanya.

Sebelumnya, PT Big Jets Air Service telah melakukan presentasi Studi kelayakan di hadapan jajaran Pemkot Samarinda. Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan rasa optimisme terhadap bisnis penerbangan yang dinilai potensial pasca pandemi di Kaltim. 

 “Kita akan memulai dengan pesawat ATR 72 seri 600 dengan melayani regional Kalimantan,” terangnya.

Andi Harun melanjutkan, momen ini dapat sekaligus mengisi kekosongan bisnis penerbangan perintis pasca maskapai Kal Star dan Express Air yang tidak lagi melayani penerbangan ke Kaltim dan Kaltara.

“Di kondisi sekarang tidak bisa lagi berangkat besok baru booking pesawatnya hari ini, selain over booking harga juga di luar kewajaran. Penyebabnya jumlah pesawat kita juga sudah terbatas jadi sangat wajar jika harga mengalami turbulensi luar biasa,” sebutnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan memanfaatkan satu unit pesawat ATR 72 di tahap awal melalui sistem sewa dan mampu mengangkut 50-55 seat penumpang setiap penerbangan.

“Maka saya minta kepada Perumda Varia Niaga agar skenario pembiayaannya segera disusun supaya bisa kita pecahkan bersama model bisnis dan kerja samanya nanti dengan Big Jets,” jelasnya. 

Sementara itu, Komisaris Utama PT Big Jets Air Service, Donnie Armand Hamzah mengungkapkan bahwa potensi bisnis maskapai penerbangan di Kaltim memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi profit berdasarkan volume penumpang maupun harga.

Sesuai hasil studi Big Jets, kata Donnie, Kaltim memiliki fondasi ekonomi yang sangat baik dari segi Sumber Daya Alam (SDA) dan perdagangan dibandingkan daerah lain di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Jadi kita melihatnya peluang ini sangat bagus untuk memulai penerbangan regional dan sangat terbuka lebar keuntungannya, ditambah analisa lain karena adanya IKN di Kaltim sehingga kita memprediksikan Samarinda bakal menjadi kota yang bisa men-support penumpang dan logistik karena memiliki keuntungan dari segi geografis,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top