Kawasan IKN Nusantara Belum Aman dari Banjir, Begini Upaya Otorita

Banjir yang melanda kawasan Ibu Kota Negara (IKN) diklaim telah berhasil ditangani.
Foto udara suasana proyek pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (28/2//2023). Pembangunan 36 Rumah Tapak Jabatan Menteri tersebut tengah memasuki tahap pematangan lahan dan ditargetkan rampung pada Juni 2024 sebagai salah satu persiapan untuk penyelenggaraan upacara bendera Hari Kemerdekaan RI di IKN Nusantara. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Foto udara suasana proyek pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (28/2//2023). Pembangunan 36 Rumah Tapak Jabatan Menteri tersebut tengah memasuki tahap pematangan lahan dan ditargetkan rampung pada Juni 2024 sebagai salah satu persiapan untuk penyelenggaraan upacara bendera Hari Kemerdekaan RI di IKN Nusantara. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Banjir yang melanda kawasan Ibu Kota Negara (IKN) diklaim telah berhasil ditangani. 

Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Achmad Jaka Santos Adiwijaya menyatakan berbagai pemangku kepentingan, termasuk OIKN, bekerja sama untuk mengatasi banjir yang terjadi Kelurahan Sepaku, Nusantara, Kalimantan Timur.  

Sejumlah faktor disinyalir menjadi penyebab banjir, seperti hujan di hulu, gorong-gorong yang tidak optimal, erosi, sedimentasi, dan pendangkalan sungai.

”Air sudah surut sejak tanggal 18 Maret pagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/3/2023).

Untuk mengatasi banjir di kawasan sekitar IKN, khususnya Kelurahan Sepaku, OIKN dan pemangku kepentingan lainnya tengah membangun infrastruktur seperti bendung, embung, dan retensi kolam-kolam.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penyusunan Rencana Pengelolaan DAS terpadu di IKN serta rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Mahakam Berau juga telah dilakukan.

Jaka menyebutkan pada tanggal 20 Maret, OIKN akan mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk membahas rencana penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pencegahan dan penanggulangan banjir.

Dia menegaskan komitmen OIKN dalam memperhatikan risiko dan penanggulangan bencana termasuk banjir di wilayah yang terkena, termasuk di Kelurahan Sepaku, serta upaya untuk meminimalisir dampak bencana dan menjaga keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, OIKN telah mengidentifikasi potensi banjir di beberapa area di Kelurahan Sepaku, mengingat wilayah tersebut merupakan daerah dataran rendah yang rentan terkena banjir.

Oleh karena itu, OIKN bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper