Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Selaru dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Inc. 2 Phi (Batulicin–Kotabaru)–Selaru, serta GI 150 kV Sebuku New 30 MVA bersama PT Hasta Prajatama dan PT PLN Nusantara Power Construction.
Langkah strategis ini bertujuan mengakhiri ketergantungan Pulau Sebuku terhadap satu-satunya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan energi bagi sekitar 2.000 penduduk di pulau terluar Kalimantan Selatan tersebut.
Sebagaimana diketahui, pulau yang terpisah geografis dari daratan Kalimantan dan Pulau Kotabaru ini, tengah menjadi fokus perhatian serius dalam agenda pemerataan akses listrik nasional.
Kondisi kelistrikan yang masih bergantung pada PLTD dinilai tidak sustainable dan rentan terhadap gangguan pasokan, sehingga pembangunan infrastruktur transmisi ini menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan keandalan sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyatakan ini menandai babak baru dalam upaya akselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia.
"Listrik sangat dibutuhkan dan diandalkan di Pulau Sebuku untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakatnya. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat biaya, tepat waktu, dan tepat mutu sehingga masyarakat di Pulau Sebuku dapat segera menikmati listrik 24 jam nyala," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/10/2025).
Baca Juga
Sementara itu, General Manager Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur, Basuki Widodo, menjelaskan kedua proyek tersebut merupakan bagian integral dari penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Selatan.
Dia memaparkan, keandalan pasokan listrik bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan pondasi utama penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kedua proyek ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah selatan Kalimantan. Melalui pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi baru, kami ingin memastikan pasokan listrik yang lebih andal dan stabil bagi masyarakat serta mendukung kebutuhan listrik di sektor ekonomi," paparnya.
Namun, proyek ambisius ini menghadapi sejumlah tantangan teknis dan logistik mengingat lokasi geografis Pulau Sebuku yang terisolasi.
Untuk mengantisipasi berbagai kendala, Basuki memastikan pelaksanaan proyek akan dilakukan dengan standar tinggi dan pengawasan ketat, mulai dari aspek mutu hingga keselamatan kerja di lapangan.
"Kami menargetkan seluruh tahapan dapat berjalan tepat waktu dengan kualitas terbaik. Kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan proyek strategis ini," jelasnya.
Adapun, dia menuturkan penandatanganan perjanjian ini memperkuat posisi PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur sebagai garda terdepan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia.
Kehadiran gardu induk dan jaringan transmisi baru diharapkan tidak hanya meningkatkan keandalan sistem dan memperluas jangkauan listrik, tetapi juga mendorong pemerataan energi yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.
Sebagai catatan kritis, keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur komitmen PLN dalam menuntaskan disparitas akses listrik di wilayah terpencil. Dengan demikian, masyarakat Pulau Sebuku yang selama ini hidup dalam keterbatasan pasokan energi dapat segera merasakan manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.