Pontianak Menyapa Dunia, Tingkatkan Daya Saing Industri Pariwisata

Oleh: Yanuarius Viodeogo 07 Februari 2017 | 05:53 WIB
Salah satu pusat kuliner di Taman Alun-Alun Kapuas, Pontianak./Foto wisata

PONTIANAK – Harian Bisnis Indonesia dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru” di Pontianak, pada Selasa (7/2/2017). 

Bertempat di ruang Sao Langke, lantai 3 Kantor BI Kalbar, hadir sebagai key note speaker FGD Wali Kota Pontianak Sutarmidji sekaligus sebagai pembicara, didampingi Kepala Perwakilan BI Kalbar Dwi Suslamanto dan Ketua Program Studi Master Manajemen Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Barkah yang mempresentasikan riset akademis tentang pariwisata. 

Diskusi FGD ini diselenggarakan setelah muncul tag line berjudul ‘Pontianak Menyapa Dunia’ dari Wali Kota Pontianak. Semboyan itu dilihat sebagai salah satu upaya pemkot untuk memperkenalkan kota ini kepada masyarakat mancanegara melalui sektor pariwisata sekaligus dalam upaya mengerek pertumbuhan ekonomi daerah lebih cemerlang lagi. 

Beragam langkah positif digeber oleh pemkot guna mempercantik dan menata infrastruktur publik kota yang nyaman, tertib, dan modern supaya pelancong betah mengunjungi setiap sudut kota ini. 

Seperti kita ketahui, kota ini memiliki Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Pemkot tampak mulai menyulap tepian sungai yang membelah Kota Pontianak ini menjadi kawasan yang bersih dan rapi sehingga bisa dinikmati warga dan wisatawan.  

Tidak hanya di alun-alun Kapuas saja, Wali Kota Sutarmidji juga menata Taman Tugu Digulis sebagai arena bermain anak-anak hingga arena olahraga dan santai untuk keluarga.

Selain itu, Kota Pontianak juga ingin memanjakan pengunjung dari luar kota dan provinsi  dengan memperbanyak tempat kuliner, sentra agrowisata di perkebunan lidah buaya, wisata rohani dan dan budaya.

Pemkot sepertinya bekerja keras berusaha mengubah wajah ibukota Provinsi Kalbar seperti kota-kota besar lainnya di Tanah Air bahkan mancanegara sebagai kota yang layak dikunjungi untuk berwisata. 

Walau, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menyebutkan tingkat kunjungan wisata mengalami penurunan pada Oktober 2016 turun dibandingkan dengan September 2016 dari 2.877 orang menjadi 2.139 atau sebesar 25,65%.

Namun adanya kenaikan lama menginap tamu asing di Kota Pontianak yakni 3,04 hari lebih panjang dan 1,90 hari tamu dari dalam negeri menumbuhkan optimisme stake holder kota ini untuk meningkatkan industri pariwisata di kota khatulisitiwa.

Editor: Nur El Fathi

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer