Plafon Supadio Jatuh, AP II Beri Peringatan Keras Nindya Karya

Oleh: Yanuarius Viodeogo 27 Maret 2017 | 19:48 WIB
Bandara Supadio Pontianak/Twitter

Bisnis.com, PONTIANAK – Angkasa Pura II, pengelola bandar udara internasional Supadio Pontianak minta kepada PT Nindya Karya selaku kontraktor pembangunan bandara tersebut bertanggung jawab pasca jatuhnya plafon di ruang tunggu keberangkatan.

General Manajer PT Angkasa Pura II Supadio Pontianak Bayuh Iswantoro mengatakan, pihaknya memang tidak merugi secara rupiah tetapi calon penumpang mengalami sedikit gangguan psikologis atas insiden tersebut.

“Peringatan pertama sudah kami berikan, kita akan evaluasi lagi. Pastinya kami akan memberikan sanksi keras kepada Nindya Karya selaku kontraktor dan pengawas di lapangan,” kata Bayuh, Senin (27/3).

Bayuh mengatakan, kondisi dan aktivitas kembali normal di ruang tunggu terminal keberangkatan Gate 1, Gate 2, Gate 3 dan Gate 4 yang terjadi pada Minggu (26/3) pukul 15.15 Wib. Tidak ada pengalihan pintu keberangkatan atau penutupan ruang tunggu bagi calon penumpang.

Kendati memberikan peringatan keras kepada PT Nindya Karya, Bayuh mengapresiasi direktur utama perusahaan tersebut yang mengambil langkah cepat untuk meminimalisir terjadinya lagi plafon jatuh supaya aktivitas penerbangan lancar.

Di kesempatan sama, pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak segera melepas seluruh plafon yang terpasang di ruang tunggu terminal keberangkatan.

Direktur Utama PT Nindya Karya Indradjaja Manopol berjanji, seluruh plafon sudah bisa dilepas oleh para pekerja besok Selasa (28/3/2017) pagi. Hal itu, untuk memberikan kepastian keamanan tidak jatuh lagi menimpa penumpang.

“Kami mohon maaf dan tetap bertanggung jawab atas kejadian ini dan kami sudah mengambil tindakan pengamanan lebih lanjut. Insya allah, sekarang yang sudah dilepas hampir 50% di lounge keberangkatan, kami bekerja sampai besok jam 6 pagi,” kata Indradjaja pada awak media, Selasa Senin (27/3/2017).

Dengan mengenakan kemeja putih, dia bersama Polresta Pontianak dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar melihat langsung ruang tunggu, lokasi jatuhnya plafon-plafon pada pukul 15.15 Wib, Minggu (26/3/2017).

Akibatnya, lanjut dia, sebanyak 5 orang penumpang mengalami luka lecek. Indradjaja menuturkan, perusahaan sudah menanggung pengobatan kepada seluruh penumpang yang terluka akibat tertimpa material tersebut. Sementara dari kerugian, pihaknya belum bisa merinci kepastian nominalnya.

Indra menyerahkan penyebab plafon bisa lepas di ruang tunggu kepada pihak penyelidik independen terdiri dari akademisi, kepolisian, pemerintah pusat dan daerah.

“Sepanjang laporan dari manajemen konsultan pengawas, semua sudah memenuhi persyaratan. Sambil menunggu pihak independen menyelidiki permasalahan ini dan menunggu jawabannya apakah bisa dipasang kembali atau diganti seluruh materialnya,” ucap Indra.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya