Pilkada Tarakan 2018 Diprediksi Dongkrak Ekonomi Kaltara

Oleh: Eldwin Sangga 12 Desember 2017 | 19:54 WIB
Pilkada Tarakan 2018 Diprediksi Dongkrak Ekonomi Kaltara
Kepala KPw BI Kaltara, Hendik Sudaryanto/Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Tarakan, diprediksi akan terjadi peningkatan kebutuhan uang rupiah dan perekonomian.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hendik Sudaryanto.

Pada saat momen Pilkada, kebutuhan seperti pembuatan baliho, pakaian serta perlengkapan lainnya yang terkait Pilkada itu sendiri akan meningkat. Selain itu, adanya suatu kegiatan yang melibatkan massa akan meningkatkan perekonomian dalam hal ini tingkat konsumsi.

Pastinya akan menambah kebutuhan uang di luar seperti biasanya. Karena ada stimulan-stimulan munculnya kegiatan.

Yang seperti tadi itu. Adanya kegiatan yang melibatkan massa. Ada sarana dan prasarana untuk kampanye. Dan semua itu membutuhkan uang. Jadi akan terjadi peningkatan, jelasnya kepada media ini, Selasa (12/12).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Hendik ini, dalam momen Pilkada, pihaknya tetap akan memenuhi kebutuhan uang masyarakat dalam bentuk pecahan dan jumlah yang diperlukan. Pihaknya juga telah memperkirakan jika terjadi peningkatan berapa jumlah yang harus disiapkan. Yang diwaspadai itu, dampak negatifnya.

Misalnya diwaspadai uang palsu yang beredar. Karena pada saat momen ramai seperti itu, biasanya digunakan oknum yang tidak bertanggungjawab dalam mengedarkan uang palsu. Kalau persiapan kita, insyaallah BI akan siap untuk menyiapkan kebutuhan uang masyarakat akibat Pilkada itu sendiri, ujarnya.

Selain itu, kata dia, Perbankan lainnya juga akan mensuport dalam menyiapkan uang. Seperti menyiapkan kecukupan uang yang ada di Automated Teller Machine (ATM). Persiapan jumlah uang sendiri, tentu akan melebihi dari kebutuhan masyarakat. Seperti pada saat lebaran kemaren, itu jumlah uang itu hanya Rp 250 miliar saja. Sementara kita menyiapkan lebih dari itu kata Hendik.

Dalam momen Pilkada, selain peningkatan penggunaan uang, juga meningkatkan pertumbuhan perekonomian di daerah itu sendiri. Karena dari sektor-sektor itu sendiri seperti konsumsi masyarakat yang cenderung akan meningkat. Sedangkan untuk sisi inflasi sendiri, jika ketersediaan barang tetap ada dan tidak menimbulkan pada kenaikan harga, tentu tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi.

Setiap terjadi peningkatan, tentu akan menambah sekian persen pertumbuhan ekonomi. Sekarang ini kita belum tahu. Di pengalaman saya itu, setiap kegiatan Pilkada, akan meningkatkan perekonomian sekian persen, tukasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya