Alih Kelola Blok Mahakam ke Pertamina, Ajang Pembuktikan di Pentas Dunia

Oleh: Fariz Fadhillah 02 Januari 2018 | 10:33 WIB
Alih Kelola Blok Mahakam ke Pertamina, Ajang Pembuktikan di Pentas Dunia
Dari kiri: Direktur PHI Bambang Manumayoso, President & General Manager TEPI Arividya Noviyanto, Kepala SKK Migas Amien Suryanadi, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin/Bisnis.com-Fariz Fadhillah

BALIKPAPAN - Malam pergantian tahun 2017 menjadi saksi sejarah beralihnya Blok Mahakam ke PT Pertamina (Persero) dari Total E&P Indonesie (TEPI). Alih kelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam dilakukan di Gunung Utara Club House Komplek Perumahan TEPI Gunung Utara Jalan Longikis, Balikpapan. 

Serah terima diwakili Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Amien Sunaryadi, kepada Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam. Sekedar diketahui, WK Mahakam telah dikelola TEPI & Inpex selama 50 tahun, sebelum beralih kelola ke Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang notabene cucu perusahaan Pertamina.

Saat ini, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, WK Mahakam menyumbang sekitar 13% persen produksi gas nasional.

"Sebagai wakil Pemerintah Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerja keras TEPI serta Inpex sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama WK Mahakam,” ujarnya dalam sambutan alih kelola, MInggu malam (31/12/2017).   

Seluruh persiapan alih kelola sudah disiapkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Untuk menjaga kontinuitas operasional WK Mahakam pasca 31 Desember 2017, bersama Pertamina Hulu Mahakam, dan TEPI telah bekerjasama untuk proses alih kelola yang lancar sehingga terlaksananya kesinambungan operasi dan produksi migas dari WK Mahakam, jelas Amien. 

Informasi yang dihimpun Bisnis sebelumnya, sampai November 2017 PHI telah menyelesaikan pengeboran 11 sumur di Blok Mahakam, menyelesaikan alih status 1.850 pegawai atau sekitar 98,15% dari total, dan telah menyelesaikan pemindahan seluruh kontrak kerja Blok Mahakam yang jumlahnya sekitar 850 kontrak. 

Amien melihat perubahan pengelolaan wilayah kerja ini adalah hal yang biasa. Karena pengelolaan wilayah kerja di dasar kontrak kerja sama yang diputuskan oleh Pertamina. "Ini urusan bisnis tidak ada isu nasionalisalisasi dan lain lain, 2,5 tahun selama masa transisi, TEPI betul-betul menunjukan bahwa mereka world class company," jelasnya.

Serupa, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menyampaikan, selama masa peralihan Pertamina telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak terkait.  "Jadi bisnis energi kami tak hanya di Indonesia. Ada di Algeria dan tujuh lainnya di Afrika.  Kami harap akan bertemu Total dan Inpex dalam kerjasama lain di belahan negara lain," jelasnya dalam sambutan.

Lantas ia mengintruksikan PHM selaku operator baru, wajib mempertahankan QHSSE (Quality, Health, Safety, Security and Environment) dalam operasional oleh TEPI yang sudah teruji.  "Hari ini saya 10 kali di WA sore ini sama pak Jonan (menteri) mengingatkan tentang Blok Mahakam, sebuah challenge yang harus kita terima dan menyiapkan diri melalui PHM. Kami yakin siap, menunjukan kemampuan bahwa kita bisa," ungkap pria berambut putih ini. 

Ditambahkan dalam keterangan resmi tertulis, Pertamina melihat kesempatan ini sebagai amanat tugas negara yang akan dijalankan dengan sebaik baiknya. Keberhasilan alih kelola ini akan menjadi pembuktian Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Editor: Nur El Fathi

Berita Terkini Lainnya