Pengapalan Perdana Pertamina Hulu Mahakam

Oleh: Fariz Fadhillah 12 Januari 2018 | 19:55 WIB
Manajemen PT PHM melakukan pembukaan valve di matering area di Terminal Senipah, Senipah Peciko South Mahakam (SPS), Kabupaten Kukar. SPS merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah dan kondensat di blok migas ini. Adapun minyak akan disalurkan ke PT Pertamina (Persero) Integrated Supply Chain (ISC) selaku pembeli domestik/Bisnis.com-Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN- 12 hari pengelolaan wilayah kerja Mahakam (WK Mahakam), dulu Blok Mahakam, jatuh ke tangan anak bangsa, pengapalan perdana berhasil dilakukan.

PT Pertamina Hulu Mahakam atau PHM, melaksanakan pengapalan perdana minyak mentah kepada pembeli domestik PT Pertamina (Persero) Integrated Supply Chain (ISC) dari Terminal Senipah, bagian dari Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (12/1) siang.

Sebanyak 150 ribu barel crude oil atau minyak mentah disalurkan menggunakan tanker MT Gede milik Pertamina ke Refinery Unit (RU) V di Balikpapan. Selain crude, ikut disalurkan sejumlah kondensat. rosesnya dimulai dari Terminal Senipah ke tanker menggunakan fasilitas Single Buoy Mooring (SBM) di sekitar 11 km dari bibir pantai.

Adapun di Senipah, crude oil masih milik PHM. Ditimbun di satu dari lima tangki di sana. Sebelum disalurkan manajemen PHM, SKK Migas, dan PT Pertamina (Persero) mesti meninjau minyak melalui control room di tangki penimbunan.

Anto Sunaryanto, perwakilan manajemen PHM dan rombongan melakukan seremonial pengukuran dan pembukaan valve di matering area. “Semua minyak yang dijual diproduksi langsung oleh PHM,” jelasnya.

Mantan Vice President Well Construction dan Intervention (WCI) TEPI ini memantau langsung jalannya penyaluran ke tangker berkapasitas 700 ribu baler tersebut. Adapun tangker menunggu sedari pukul 11 malam, sehari sebelum pengapalan. Tampak selang sepanjang 211 meter yang ada di SBM secara bertahap menyalurkan minyak ke dalam tangker.

"Proses penyaluran alhamdulillah lancar. Loading berkisar 15 ribu barel per jam atau membutuhkan waktu sekira 9 jam. Setelah mengecekan dokumen selesai, malam ini kapal akan bertolak menuju Balikpapan," jelasnya.

Ia menerangkan cepat lambatnya proses produksi dari lapangan migas bergantung dari penerapan teknologi pengeboran yang dilakukan. “Ini termasuk cepat. Akan menjadi awal baik untuk memulai program ketahanan energi dari anak bangsa,” serunya.

Crude oil yang dijual, kata dia, terdiri dari beberapa jenis.  Antara lain, jenis Handil Mix Crude (HMC) dari Lapangan Handil, dan  Bekapai Crude Oil dari Lapangan Bekapai. Untuk nama terakhir merupakan produk unitisasi dari lapangan Badak yang dioperasikan oleh Vico Indonesia.

Untuk kondensat, yakni Senipah Condensate dan Bontang Return Condensate atau BRC. Khusus untuk  Bontang Return Condensate dan Badak Crude Oil pengapalannya dilaksanakan dari Terminal Santan yang dioperasikan oleh Chevron Indonesia.

Terpisah, Pjs General Manager PHM, John Anis mengatakan, capaian ini menunjukan alih kelola WK Mahakam dari TEPI berjalan dengan lancar. Ini juga merupakan wujud dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

Editor: Nur El Fathi

Berita Terkini Lainnya