Dukung Direct Call di Kariangau, Aptrindo Siapkan Tarif Khusus

Oleh: Fariz Fadhillah 26 Februari 2018 | 20:20 WIB
Dukung Direct Call di Kariangau, Aptrindo Siapkan Tarif Khusus
Kaltim Kariangau Terminal/Kaltim Kariangau

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo) siap memberikan tarif kompetitif sebagai bentuk dukungan terhadap  pelayaran internasional secara langsung atau Direct Call dari Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau menuju Hongkong-China-Korea yang dijadwalkan Maret mendatang. 

"Ada 1.200 armada yang siap mengakomodir. Utamanya daerah yang tidak dijangkau kapal feeder," kata Wakil Sekretaris Aptrindo Kaltim Miftha Fathi Resqi Utami dijumpai di kantor sekretariat bersama INSA, ALFI/ILFA dan APBMI, Senin (26/2). 

Kendati pengiriman komoditas yang diekspor melalui TPK Karingau mayoritas melalui jalur laut, tak menyurutkan dukungan oleh pihaknya.

Tak menutup kemungkinan kata dia daerah yang jaraknya berdekatan dengan TPK Kariangau seperti Samarinda juga akan dijangkau oleh pihaknya. Ia menyebut direct call akan memberi andil positif terhadap pertumbuhan volume muatan. 

"Kita masih akan menakar besaran kontribusi karena Direct Call akan berjalan Maret nanti," kata Komite Tetap Hubungan Pelabuhan dan Kebandaraan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim itu. Meski tak memerinci dia memastikan akan ada tarif khusus untuk mendukung direct call. 

Terpisah, selaku pengelola TPK Kariangau, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) tengah getol memperjuangkan layanan Direct Call beroperasi perdana sejak Maret tahun ini. Daya saing ekspor diyakini akan meningkat di negara tujuan seiring kualitas produk tetap terjaga, khususnya untuk komoditas ekspor hasil laut. 

"Waktu tempuh akan menjadi lebih singkat. Dari sebelumnya memakan waktu hingga 40 hari karena pintu ekspor melalui daerah lain [Makassar] dengan direct call hanya 14 hari," kata Direktur Utama PT KKT M Basir dijumpai Bisnis di kantornya, Senin (26/2).

Selain hasil laut dia juga memastikan aktifitas ekspor secara langsung yang mulai berlaku perdana Maret tahun ini juga akan mengakomodir komoditas hasil olahan kayu asal Kaltim. 

Untuk menjamin kelancaran arus pelayaran, pihaknya sudah menjamin terbukanya koneksi dengan daerah pelabuhan seperti Balikpapan-Berau, Balikpapan-Banjarmasin, Tarakan, Toli Toli, Pantoloan, Ambon dan Ternate.

 "Daerah-daerah ini nantinya akan memperkuat muatan karena kaya akan hasil daerah yang berkualitas ekspor," katanya. 

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya