Gubernur Kaltara Tawarkan PLTA ke Investor China

Oleh: Eldwin Sangga 08 Maret 2018 | 12:29 WIB
Gubernur Kaltara Tawarkan PLTA ke Investor China
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berupaya mempercepat penerbitan seluruh izin yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTA Sungai Kayan./Kemendagri

Bisnis.com, TARAKAN - Belum lama ini Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menyambut kedatangan Mr Chen Wei, Country Manager International Business China Gezhouba Group International Engineering Co.Ltd bersama bebarapa stafnya.

Dia mengatakan kedatangan perwakilan perusahaan asal Republik Rakyat China (RRC) ini, membuktikan keseriusaannya untuk berinvestasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Khususnya pada sektor kelistrikan, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Mr Chen We dan timnya akan melakukan penjajakan, sekaligus survei kondisi di lapangan, untuk melihat bagaimana potensi di Kaltara," tulis Irianto dalam akun media sosialnya Facebook.

Rencananya tim dari Gezhouba ke Kaltara sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Yaitu semenjak pertemuan Irianto di Beijing, China.

"Ini juga sebagai tindak lanjut dari kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) RRC Mr Xiao Qian, serta bagian dari kerjasama antara Pemerintah RI dan China melalui skema Belt Road Initiative (BRI) yang juga sering disebut OBOR (One Belt and One Road) Initiative," katanya.

Dalam kesempatan pertemuan itu juga, Irianto paparkan beberapa potensi. Satu satunya yang menarik minat Gezhouba Group adalah pembangunan PLTA.

"Kita tawarkan di daerah Sungai Bahau. Yaitu di perbatasan antara Bulungan dan Malinau. Aliran sungai di sana memiliki potensi untuk menghasilkan listrik sekitar 1.500 Megawatt (MW)," katanya.

Di samping potensi energi listrik, untuk menyerap listrik yang dihasilkan PLTA, pemerintah akan membangun kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi.

"Kami juga berencana membangun jembatan penghubung antara Pulau Tarakan dengan daratan Kalimantan, yang biasa disebut Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan). Beberapa waktu lalu Dubes RRC ke Tarakan, sudah meninjau langsung titik rencana pembangunan jembatan tersebut. Pak Dubes juga menyatakan ketertarikannya," katanya.

"Dari perbincangan kami, tadi Mr Chen Wei menyampaikan terima kasih telah disambut dengan baik kedatangannya di Kaltara."

Mr Chen Wei juga menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi ke Kaltara. Di samping karena merupakan bagian dari kerjasama ekonomi antara pemerintah China dan Indonesia, juga karena melihat potensi sumber daya alam (SDA) di Kaltara yang besar. Utamanya sumber daya energi listrik.

Selain berminat membangun PLTA, Gezhouba juga tertarik untuk berinvestasi di sektor lain. Seperti dalam hal infrastruktur, jembatan, jalan dan juga siap membangun industry di KIPI Tanah Kuning.

"Dari kedatangan investor ini, ada harapan besar kita masa depan investasi di Kaltara kian cerah. Dan diharapkan juga bisa terealisasi dalam waktu yang tidak lama," ucapnya.

"Berulang kali saya sampaikan, untuk mewujudkan investasi di Kaltara, perlu adanya dukungan dari semua pihak. Utamanya dari masyarakat Kalimantan Utara sendiri."

Caption: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat menerima kunjungan dari Country Manager International Business China Gezhouba Group International Engineering Co.Ltd belum lama ini - Humas Pemprov Kaltara

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya