Investor Pasar Modal Kalbar Didominasi Generasi Milenial

Oleh: Caroline 29 Oktober 2018 | 21:43 WIB
Investor Pasar Modal Kalbar Didominasi Generasi Milenial
Petugas menjelaskan tata cara berinvestasi./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, PONTIANAK – Berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 39% investor aktif di Kalbar didominasi oleh usia 15 hingga 20 tahun.

Berdasar data tersebut, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun ini akan fokus pada edukasi berkelanjutan untuk investor muda dan pemula.

"Jadi kemarin OJK merilis data, untuk Kalimantan Barat itu 39 persen dari investor yang aktif adalah usia 15 sampai 20 tahun. Itu diusia milennial. Jadi investor di Kalbar didominasi oleh investor muda dan pemula," ungkap Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Pontianak, Taufan Febiola.

Menurutnya, investor-investor muda ini perlu pendampingan edukasi berkelanjutan agar mereka semakin paham bagaimana menganalisa produk-produk pasar modal.

"Jadi kalau dulu kita fokus pada investor umum yang belum menjadi investor, mulai sekarang, tahun depan, kita akan fokus mengedukasi keduanya. Edukasi calon investor dan existing investor," katanya.

Taufan mengatakan senang dengan peningkatan jumlah investor, terutama investor milenal yang bertumbuh pesat. Ini membuktikan kesadaran masyarakat tentang pasar modal semakin baik. Saat ini total investor aktif di Kalbar ada 12.000 orang. Tumbuh 2000 investor baru sejak tahun 2017.

"Jadi tahun lalu itu ada 10 ribu investor aktif. Per November ini menjadi 12 ribu," ucapnya.

Pertumbuhan ini tentu saja berdampak pada total transaksi yang dicapai. Total transaksi pada tahun 2018 tercatat, sudah mencapai 7,5 Trilyun untuk semua produk pasar modal. Peningkatan sebesar 1,5 Trilyun dari tahun sebelumnya, yang hanya 6 Trilyun rupiah.

"Sudah melebihi target kita. Dan kita senangnya masyarakat Kalbar, awareness tentang pasar modalnya meningkat secara drastis. Jadi kalau lihat di warung-warung kopi, semakin banyak masyarakat yang membahas tentang perkembangan harga saham. Artinya masyarakat semakin teredukasi tentang produk pasar modal," jelasnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya