Bank Kalteng Bukukan Pertumbuhan Laba Hingga Dua Digit

Oleh: Andi M. Arief 07 November 2018 | 09:16 WIB
Bank Kalteng Bukukan Pertumbuhan Laba Hingga Dua Digit
Ilustrasi Gedung Bank Kalteng/bankkalteng.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah membukukan pertumbuhan laba hingga 10% dengan didorong oleh peningkatan penyaluran kredit.

Direktur Umum dan Keuangan BPD Kalteng Ahmad Selanorwanda mengatakan penyaluran kredit perseroan hingga kuartal III/2018 tercatat mencapai Rp4,9 triliun atau tumbuh 11,36% dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat senilai Rp4,4 triliun. Dia menambahkan secara komposisi, kredit produktif mendominasi penyaluran kredit perseroan hingga mencapai 30% dari total portofolio kredit.

“Penyalurannya untuk sektor perkebunan dan pertambangan. [Peningkatan komposisi penyaluran kredit produktif] itu [merupakan salah satu arahan] Gubernur," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (6/11/2018).

Pada laporan keuangan kuartal III/2018, laba bersih perseroan terhitung tumbuh 10% menjadi Rp187 miliar dibandingkan dengan realisasi ada periode yang sama tahun lalu senilai Rp170 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya pendapatan bunga bersih menjadi Rp468 miliar dan pendapatan operasional non bunga menjadi Rp190 miliar.

Wanda menambahkan perseroan tetap menjalankan usahanya dalam konteks kehati-hatian. Hal ini tercermin dalam rasio kredit bermasalah perseroan yang stabil di bawah 1%, tepatnya di posisi 0,46%. Adapun margin bunga bersih perseroan naik 11 bps menjadi 8,59%.

Sementara itu, dana perseroan turun dari Rp6,4 triliun menjadi Rp5,9 triliun akibat penarikan dana pemerintah di perseroan. Penurunan ini disebabkan oleh anjloknya dana murah Bank Kalteng sebesar 20,63% menjadi Rp4,5 triliun. Untuk mengatasi penurunan yang lebih dalam, perseroan berusaha menyerap dana melalui promosi deposito. Adapun simpanan berjangka meroket sebesar 99,86% menjadi Rp1,4 triliun.

Penurunan dana perseroan tersebut mengakibatkan aset perseroan turun 2,74% dari Rp 7,8 triliun pada realisasi periode yang sama tahun lalu menjadi Rp7,6 triliun.

Editor: Rachmad Subiyanto

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer