Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat MEA Diimplementasikan, Kadin Kaltim Berasumsi Begini

Akibat perekonomian yang memang telah merosot secara bertahap sejak dua tahun silam, kegiatan bisnis pun terkena imbas.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 13 Maret 2016  |  18:41 WIB
Saat MEA Diimplementasikan, Kadin Kaltim Berasumsi Begini
Bagikan
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kalimantan Timur berasumsi komoditas dari sektor perkebunan kelapa sawit yang berasal dari Malaysia akan banyak masuk ke dalam negeri seiring dengan diberlakukannya MEA.
 
Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno mengatakan, Malaysia lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia dalam hal pengetahuan pengelolaan industri perkebunan kelapa sawit.
 
“Malaysia lebih unggul pada pengetahuan dan manajemennya. Kalau pekerjanya ya orang Indonesia juga yang kerja di sana,” tutur Alex kepada Bisnis, Minggu (13/3/2016).
 
Menurutnya, Malaysia lebih dulu mulai mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai peralihan dari sektor perkebunan karet.
 
Sementara Kaltim memulai peralihan dari sektor pertambangan batu bara beberapa tahun setelahnya.
 
Kendati demikian, dia menganggap saat ini pemberlakuan MEA belum terasa pada kondisi ekonomi di daerah.
 
Akibat perekonomian yang memang telah merosot secara bertahap sejak dua tahun silam, kegiatan bisnis pun terkena imbas.
 
“Kalau MEA diberlakukan beberapa tahun lalu, bisa jadi sekarang investor dan pedagang dari negara lain akan berbondong-bondong datang.
 
Tapi karena sekarang bisnis sedang lesu, jadi tidak begitu ramai dan belum terasa efeknya.”
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masyarakat ekonomi asean
Editor : Yoseph Pencawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top