Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Macet Pakan Ternak Paling Parah di Kalbar

Kredit bermasalah dari pakan ternak yang masuk kategori industri olahan kian membayangi kinerja perbankan di Kalimantan Barat selama kuartal II/2016 ini.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 29 Agustus 2016  |  16:00 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI
Bisnis.com, PONTIANAK – Kredit bermasalah dari pakan ternak yang masuk kategori industri olahan kian membayangi kinerja perbankan di Kalimantan Barat selama kuartal II/2016 ini.
 
Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar menyatakan, non performing loan (NPL) gross pakan ternak pada periode sekarang mencapai 92% dan cukup mempengaruhi kinerja kredit industri pengolahan.
 
“Dampaknya memang tidak kausistik atau menyeluruh tetapi untuk industri olahan berpengaruh karena pakan ternak ini sub sektor yang kinerja kreditnya bermasalah paling tinggi. Trend kredit bermasalah pakan ternak terus mengalami kenaikan,” kata Manajer Komunikasi BI Kalbar Sony Ciputra kepada Bisnis, belum lama ini.
 
Padahal, lanjutnya, di periode yang sama pada tahun lalu kredit pakan ternak masih di bawah 5% dan kenaikan pada kuartal II/2016 dinilai di ambang mengkhawatirkan dan harus segera diturunkan.
 
Sementara, dia menyebutkan, dalam industri pengolahan ada industri lain yang kredit bermasalahnya tidak setinggi pakan ternak seperti a.l: pupuk mencapai 7,9% dan industri olahan lain-lain mencapai 4,11%.
 
“Secara keseluruhan NPL perbankan di Kalbar masih relatif aman di bawah 5% kendati mengalami kenaikan pada kuartal II/2016 ini sebesar 4,37%, dari kuartal I/2016 besar 3,35%. Tapi kalau dibandingkan dengan periode yang sama, kuartal II/2015 mencapai 1,71%,” ucapnya.
 
Kendati demikian, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,7% pada kuartal II/2016 (y-o-y) atau sebesar Rp45,85 triliun dan aset tumbuh 10,3% (y-o-y) atau senilai Rp59,22 triliun.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit macet
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top