Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebijakan Ini Dianggap Kalbar Mampu Mempercepat Waktu Bongkat Muat

Kadis Perhubungan Kalbar Antonius Runtu mengatakan, ada BUP-BUP milik swasta di bibir sungai Kapuas yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai alternatif kapal bersandar dan ke depan untuk mengurani ketergantungan terhadap pelabuhan Dwikora Pontianak.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 03 Oktober 2016  |  16:30 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, PONTIANAK – Pemrov Kalimantan Barat berharap tahun ini, Badan Usaha Pelabuhan dapat segera beroperasional untuk melayani dan memperlancar arus lalu lintas bongkar muat barang di Sungai Kapuas.

Kadis Perhubungan Kalbar Antonius Runtu mengatakan, ada BUP-BUP milik swasta di bibir sungai Kapuas yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai alternatif kapal bersandar dan ke depan untuk mengurani ketergantungan terhadap pelabuhan Dwikora Pontianak.

“Pelabuhan Dwikora Pontianak sekarang over capacity dan kalau menunggu pembangunan pelabuhan Kijing Internasional di Mempawah masih lama prosesnya,” kata Antonius kepada Bisnis, belum lama ini.

Menurut dia, barang-barang di pelabuhan Dwikora sudah terlalu penuh dan memiliki luas area penyimpanan kontainer yang terbatas sehingga menyebabkan waktu menunggu kapal bersandar menjadi lebih lama.

Selanjutnya, BUP menjadi alternatif yang paling tepat dan cepat guna meringankan aktivitas barang yang diangkut dan diturunkan oleh kapal masuk melalui Sungai Kapuas dan bisa langung berada di wilayah Kota Pontianak.

“Salah satu BUP itu ada sekitar wilayah Batulayang, memang sedang diurus penetapan dan perizinan oleh Kementerian Perhubungan. Kalau sudah beroperasional mereka punya pangsa pasar masing-masing yang merupakan mitra bisnis mereka,” ujarnya.

Data dari Dinas Perhubungan Kalbar tingkat kejenuhan pelabuhan Pontianak telah mencapai 49% atau sekitar 5 juta ton bongkar muat barang pada 2010 dan diprediksi pada 2035 bongkar muat mencapai 12 juta ton.

Dalam setahun, kapasitas bongkar muat mencapai 230.000 Teus dari total kapasitas mencapai 250 Teus dengan pertumbuhan setiap tahun mencapai 11%.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalbar Andreas Acui Simanjaya minta Pelindo II memanfaatkan area pelabuhan-pelabuhan swasta yang berada di tepian Sungai Kapuas untuk mempercepat waktu menyandar kapal.

“Pelabuhan swasta di Pontianak belum dimanfaatkan secara optimal padahal bisa mempercepat waktu. Saya dengar dari kawan-kawan pengusaha, pada hari-hari tertentu kapal masuk ke Pontianak masih lama.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat
Editor : Yoseph Pencawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top