Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Perdana, Well Harvest Winning Kirim Langsung Alumina dari Kalimantan ke China

Pabrik WHW baru saja mengekspor tahap perdana alumina refineri sebanyak 50.000 ton ke Shandong, China dan pengiriman tersebut adalah yang perdana langsung dari pelabuhan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 06 Oktober 2016  |  16:58 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, PONTIANAK – Pasar China masih menjadi sasaran awal produk smelter grade alumina (SGA) yang dibidik oleh produsen PT Well Harvest Winning Alumina Refinery sambil menunggu adanya permintaan pasar pemurnian bauksit menjadi alumina untuk dalam negeri.

Pabrik WHW baru saja mengekspor tahap perdana alumina refineri sebanyak 50.000 ton ke Shandong, China dan pengiriman tersebut adalah yang perdana langsung dari pelabuhan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Direktur WHW AR Li Mu Ming mengatakan, pengangkutan alumina refineri dimulai 1 Agustus 2016 lalu, dari terminal khusus WHW AR Kendawangan menuju tongkang dan yang menggunakan kapal pengangkut jenis mother vessel tipe BOX yang berjumlah 2 vessel dengan kapasitas masing-masing 28.000 ton.

“Pengangkutan alumina sendiri memakan waktu sekitar 10 hari perjalanan  dari lokasi pabrik Ketapang langsung menuju ke China,” kata Li Mu Ming dari keterangan pers yang diterima Bisnis, Selasa (4/10/2016).

WHW adalah produsen pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi smelter grade alumina berkadar lebih dari 98,6% dengan bahan baku diambil langsung dari cadangan bauksit milik Harita Group dan sebagai perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) bauksit.

“Kami memiliki infrastruktur dan fasilitas yang mendukung untuk kemampuan berproduksi sebanyak 1 juta ton alumina per tahun dan akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 2 juta ton per tahun pada 2018.”

Menurutnya, untuk memproduksi sebanyak 1 hingga 2 juta ton SGA, perusahaan membutuhkan daya dukung listrik yang besar. Oleh karena itu, pihaknya membangun pembangkit listrik dengan kekuatan 160 Megawatt dan tidak memungkinkan tergantung pasokan listrik milik pemerintah.

Public Relations PT WHW Hen Roliya Helana mengatakan, produksi 1 juta ton untuk tahap awal saat ini didasari jika ada permintaan dari dalam negeri yang merupakan target dari perusahaan.

“Untuk awal, China menjadi tujuan pemasaran sekarang produk SGA WHW diterima oleh China Hongqiao Group sebagai pemegang saham terbesar WHW. Nilai kontrak tergantung harga pasar saat pemesanan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alumina
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top