Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPPU Balikpapan Dorong Pemda Sinergi Penuhi Pasokan Pangan

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan mendorong kerja sama antarpemerintah daerah untuk memangkas rantai distribusi pasokan bahan pangan sehingga harganya bisa semakin terjangkau.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 27 Februari 2017  |  20:10 WIB
KPPU dan TPID Balikpapan Inspeksi Pasar - Nadya Kurnia
KPPU dan TPID Balikpapan Inspeksi Pasar - Nadya Kurnia

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan mendorong kerja sama antarpemerintah daerah untuk memangkas rantai distribusi pasokan bahan pangan sehingga harganya bisa semakin terjangkau.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan Ahmad Muhari mengatakan bagi daerah-daerah yang belum mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan dari produksi petani lokal, bisa meningkatkan kemitraan dengan daerah penghasil yang produksi pangannya surplus.

"Kota Balikpapan dan daerah lain di Kaltim pada umumnya mendatangkan pasokan dari luar daerah. Tetapi, saat ini pasokan bahan pangan harus melewati tengkulak, pedagang besar, pasar penerima, dan pedagang eceran yang tidak efisien," ungkapnya, Senin (27/2/2017).  

Dia menjelaskan TPID sudah mengupayakan agar pasokan bahan pangan bisa didatangkan melalui skema government to government, sehingga pasokan dikelola melalui satu perantara.

Dengan adanya kerja sama antarpemda, lanjutnya, daerah yang membutuhkan pasokan dapat langsung berkoordinasi dengan daerah pemasok tanpa harus melewati rantai distribusi yang panjang.

Apalagi, sebentara lagi bulan puasa akan tiba. Permintaan bahan pangan seperti bawang merah, cabai rawit, dan daging sapi, otomatis akan melonjak.

"Kalau pasokan datang dengan skema kerja sama antar pemda itu, para petani juga akan terhindar dari kerugian. Rantai distrubusi panjang itu menguntungkan pelaku usaha yang terlibat," sambung Muhari.

Lebih lanjut, dia juga menyarankan agar para petani cabai rawit membuat kelompok tani dan bermitra dengan perusahaan pengolah cabai rawit. Dengan demikian, pola tanam cabai akan lebih teratur.

Selain itu, petani juga akan memperoleh kepastian pembelian cabai yang ditanamnya. Sehingga, harga jual pun akan stabil. Seperti yang diketahui, harga cabai rawit saat ini tengah melonjak.

"Dari hasil penelusuran kami, daerah pemasok juga sedang terbatas pasokannya, jadi jatah untuk Balikpapan juga terbatas," tutup Muhari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top