Kalbar Siap Pasok Jagung Pipil ke Malaysia

Bisnis.com, PONTIANAK-Kalimantan Barat siap mengirim jagung pipil sebanyak 500.000 ton tahun ini ke Malaysia sebagai tahap awal sembari membuka lahan baru seluas 50.000 hektare untuk ditanami komoditas tersebut.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 06 Maret 2017  |  19:32 WIB
Kalbar Siap Pasok Jagung Pipil ke Malaysia
Petani memanen tanaman jagung. - Antara

Bisnis.com, PONTIANAK-–Kalimantan Barat siap mengirim jagung pipil sebanyak 500.000 ton tahun ini ke Malaysia sebagai tahap awal sembari membuka lahan baru seluas 50.000 hektare untuk ditanami komoditas tersebut.
 
Kadis pertanian Kalbar Hazairin mengatakan Negeri Jiran itu meminta sebanyak 3 juta ton jagung dari Indonesia pada 3 tahun mendatang untuk memenuhi konsumsi pakan ternak negara.

“Kami pelan-pelan dulu, untuk tahap pertama kirim 500.000 ton ke Malaysia, dan akan menanam 50.000 ha tahun ini supaya bisa secepatnya mengirim permintaan jagung ke Malaysia,” kata Hazairin kepada Bisnis, Senin (6/3).

Dia mengutarakan Kalbar siap menjadi pintu keluar atau ekspor pipil jagung melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong-Serawak, setelah Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian, dan Industri Asas Tani Malaysia Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek menyepakati kesepahaman pengiriman 3 juta ton jagung dari Indonesia.
 
“Di Serawak saja, mereka itu butuh 500.000-1 juta ton jagung untuk makanan ternaknya, belum lagi permintaan dari Sabah dan daerah lainnya. Dari pada mereka membeli jagung dari India dan Amerika Serikat yang jaraknya jauh dan mahal, lebih baik beli dari Indonesia,” ucapnya.
 
Hazairin mengatakan, dengan menanam jagung di atas 50.000 Ha baru, Kalbar sekaligus bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan jagung untuk negeri tetangga tersebut dan konsumsi dalam negeri.Pasalnya, saat ini Kalbar baru bisa menyediakan 200.000 ton pipil jagung untuk kebutuhan daerah ini sendiri dan nasional sebanyak 10%.

Dia mengakui produksi jagung dari Kalbar masih sedikit sehingga pihaknya terus mendorong daerah-daerah yang memiliki lahan tidur dan jarak masa tanaman padi yang kosong selama 3 bulan setelah pasca panen supaya ditanami jagung.

Badan Pusat Statistik Kalbar Maret 2016 menyebutkan, produksi jagung Kalbar turun 23,29%  dari 103.915 ton pada 2015 menjadi 135.461 ton. Penyebabnya karena luas panen turun sebesar 14,17% sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas sebesar 10,63%.

Saat dihubungi Bisnis, Ketua Asosiasi Pakan Ternak Indonesia Desianto Budi Utomo mengatakan, peluang Kalbar menjadi pintu masuk ekspor harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah dengan mulai menyiapkan gudang penyimpanan pipil jagung kering di kawasan perbatasan.

“Pasca panen yang harus diperhatikan oleh pemerintah, adalah dengan menyediakan gudang penyimpanan jagung kering. Gudang itu untuk menyimpang jagung yang sudah kering setelah dipanen,” ucapnya.

Selain gudang, pemerintah juga mesti menyiapkan teknologi pengering jagung setelah pasca panen supaya stok jagung tidak ditolak oleh negeri tersebut. Menurutnya, kadar air yang ideal adalah 13%-14%.

Desianto menilai kadar air jamur kering di Kalbar untuk produksi pakan ternak masih tinggi dan pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan cara menjemur manual dengan sinar matahari untuk menurunkan kadar air di jagung.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno mengatakan, langkah kedua negara serumpun melayu menjalin kerjasama ekspor impor jagung kering ini dinilai akan menguntungkan petani jagung di Kalbar.
 
Harga jagung, menurutnya, akan menjadi tinggi karena pemerintah mulai mempriotaskan komoditas ini untuk kebutuhan konsumsi luar negeri khususnya pakan ternak.

“Justru jaraknya kan dekat ke Malaysia. Tetapi yang harus diperhatikan pemerintah menyediakan alat pengering jagung supaya pasca panen jagung saat musim hujan tidak jatuh jauh, bisa 30%. Manakala musim tepat kering harga bisa tinggi,” tuturnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jagung

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top