Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Klaim Produksi Ayam Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur mencatat produksi ayam buras yang meningkat sejak tahun lalu, yakni mencapai 5.271 ton dari 5.042 ton pada 2015.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  16:00 WIB
Kaltim Klaim Produksi Ayam Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan
Ilustrasi - thebureauinvestigates.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur mencatat produksi ayam buras yang meningkat sejak tahun lalu, yakni mencapai 5.271 ton dari 5.042 ton pada 2015.

Kepala Dinak Keswan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan kenaikan jumlah produksi ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat setempat.

Pada 2015, terdapat pemasukan DOC ayam buras sejumlah 321.400 ekor dan ternak ayam buras potong sebanyak 73.490 ekor. Sedangkan pads 2016, pemasukan DOC mencapai 202.400 ekor dan ternak ayam 57.270 ekor.

"Jumlah konsumsi lasa 2015 mencapai 4.790 ton, sedangkan pada 2016 mencapai 5.008 ton. Produksi lokal masih mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga pada 2015-2016 tidak ada pemasukan berupa daging," ujar Dadang, Selasa (17/10/2017).

Lain halnya dengan produksi itik pada 2015 yang hanya mencapai 79,6 ton, dan setahun berikutnya justru menurun jadi 79,4 ton. Konsumsi daging itik di kalangan masyarakat Kaltim masih tergolong rendah.

Tercatat konsumsi daging itik sepanjang 2015 mencapai 127,5 ton, dan meningkat jadi 199,5 ton setahun berikutnya. Terjadi kekurangan pasokan yang signifikan dari produksi lokal.

"Pemasukan daging itik pada 2015 mencapai 51,9 ton, sedangkan pada 2016 mencapai 124 ton. Pemasukan naik untuk memenuhi permintaan masyarakat," tutup Dadang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim ayam
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top