Padang Panjang Belajar Penanganan Sosial di Pasar Tradisional Pontianak

Pemkot Padang Panjang mengunjungi Kota Pontianak untuk belajar penanganan konflik sosial pada pengelolaan pasar serta rusunawa (rumah susun sewa) langsung kepada Pemkot Pontianak.
Yanuarius Viodeogo | 17 November 2017 15:18 WIB
Suasana di pasar tradisional - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, PONTIANAK – Pemkot Padang Panjang mengunjungi Kota Pontianak untuk belajar penanganan konflik sosial pada pengelolaan pasar serta rusunawa (rumah susun sewa) langsung kepada Pemkot Pontianak.

Dari keterangan pers, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan Pontianak berhasil mengelola pasar-pasar tradisional dengan baik padahal memiliki masyarakat yang heterogen dari berbagai suku di tanah air tetapi beraktivitas berdagang bersama-sama saling menghormati.

“Kami mau lihat penanganan konflik sosial di Pontianak cukup berhasil, seperti pengelolaan pasarnya termasuk penggunaan barang yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),” kata Hendri, Kamis (16/11/2017).

Dia juga menyaksikan Pontive Centre Kota Pontianak sebagai upaya Pemkot Pontianak memantau arus lalu lintas sudut-sudut kota yang tidak dimiliki oleh Pemkot Padang Panjang.

“Kami tidak secanggih dan sebagus punya Pemkot Pontianak padahal anggaran untuk membuat Pontive Centre hanya kurang dari Rp3 miliar,” tuturnya.

Pihaknya berkomitmen mengadopsi Pontive Centre dikembangkan dan diterapkan di Padang Panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padang panjang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top