Ekspor Kerajinan Tangan Kalsel Banyak Melalui Daerah Lain

Pemprov Kalimantan Selatan mengklaim cukup banyak produk kerajinan tangan asal Banua yang dipasarkan ke luar negeri.
Arief Rahman | 28 Agustus 2018 17:31 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BANJARMASIN-Pemprov Kalimantan Selatan mengklaim cukup banyak produk kerajinan tangan asal Banua yang dipasarkan ke luar negeri.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel Hj Riaharti Zulfahani, pemasaran produk handmade asal Kalsel banyak yang tidak dilakukan secara langsung, tapi melalui daerah lain di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jogja hingga Bali.

 

"Handmade seperti kain sasirangan, berbagai kerajinan tas dari purun hingga ukiran kayu unik banyak sudah yang dijual di pasar luar negeri. Namun pengrajin biasanya menjualnya melalui daerah lain," ungkapnya, Selasa (28/8/2018).

 

Memang tidak bisanya perajin menjual langsung ke pasar luar negeri, lebih disebabkan karena jumlah produksi yang dihasilkan perajin handmade di Kalsel masih sangat terbatas.

 

"Pebisnis luar negeri biasanya membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke beberapa negara di eropa, asia hingga amerika. Karena perajin lokal belum mampu meningkatkan produksi dalam jumlah besar, mereka harus berkongsi dengan pengusaha lainnya di luar daerah," tambahnya.

 

Kedepan agar handmade di Kalsel mampu di ekspor ke luar negeri secara langsung, pihaknya terus berupaya mendorong pengrajin untuk bisa meningkatkan produksi dengan kualitas yang seragam.

 

"Memang untuk meningkatkan produksi ini tidak mudah, karena pasti memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Modal yang tidak sedikit. Namun walau begitu kita akan terus berupaya agar kedepannya makin banyak produk handmade di Kalsel yang bisa dipasarkan secara langsung ke Luar Negeri," harapnya.

 

Sebelumnya, perajin purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru, Siti Mariana, mengakui cukup kesulitannya pihaknya mengerjakan order handmade berbahan purun jika dipesan dalam jumlah besar.

 

Dalam memenuhi pasar lokal saja untuk souvenir kegiatan pemerintahan maupun swasta yang jumlahnya ratusan buah, tidak jarang pihaknya kewalahan dalam pengerjaannya dan melimpahkannya ke daerah lain di wilayah Hulu Sungai.

 

"Hal ini karena disini perajin purun kita sangat terbatas, hanya sekitar 16 orang saja. Jadi tentu untuk mengerjakan handmade purun dalam waktu singkat dalam jumlah besar kita terkadang tidak mampu," pungkasnya.

 

Tag : kalsel, kerajinan tangan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top