Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Daging di Banjarmasin Meningkat, Faktor Pemilu Berpengaruh

Menjelang Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019 bertepatan dengan momen Isra Mi'raj.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  18:30 WIB
Pedagang menata daging sapi. - Antara/Galih Pradipta
Pedagang menata daging sapi. - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, BANJARMASIN — Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Anwar Ziady menjelaskan kebutuhan masyarakat akan daging ayam dan sapi di wilayah setempat naik hingga 10 persen.

"Ada kenaikan memang permintaan daging segar sekitar 10 persen dipasaran. Hal ini karena jelang Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019 bertepatan dengan momen Isra Mi'raj. Makanya kenaikan permintaan ini boleh dibilang wajar," jelasnya, Rabu (20/3/2019).

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikaan Kota Banjarmasin Anwar Ziady./Bisnis-Arief Rahman

Anwar Ziady mengatakan tren kenaikan permintaan daging pada Sosialisasi Peran Serta Perhimpunan Pedagang Sapi dan Unggas dalam menjaga stabilisasi harga daging dan mengantisipasi berita hoax dan ujaran kebencian guna mewujudkan Pemilu 2019 yang sejuk, aman dan damai di wilayah Kota Banjarmasin, di Aula Kantor UPT Rumah Potong Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Rabu (20/3/2019).

Walau mengalami kenaikan permintaan, dirinya memastikan untuk pasokannya dari para peternak berlimpah. Ia optimistis kenaikan permintaan nantinya tidak berpengaruh banyak terhadap harganya di pasaran.

"Sampai hari ini harga daging ayam dan sapi masih tergolong normal. Kalau pun ada kenaikan paling untuk jenis daging ayam, itu pun kenaikannya hanya Rp1.000 - Rp1.500 perkilonya," tambahnya.

Perwakilan pedagang daging sapi H Syahri juga memastikan siap mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan suasana Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019 yang sejuk, aman dan damai.

Salah satu caranya adalah dengan memastikan pasokan daging sapi di pasaran tercukupi dan dijual dengan harga yang kompetitif. Dengan demikian di masyarakat pun tidak terjadi gejolak karena daging sapi mudah didapat dan harganya tidak memberatkan mereka.

"Sejauh ini harga daging sapi segar dipasaran dijual paling mahal sebesar Rp125.000 perkilo. Untuk stoknya kita terus dagangkan dari daerah penghasil, baik itu Jawa Timur, Madura hingga Bali," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjarmasin harga daging
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top