Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pupuk Kaltim Meraih Penghargaan di The International CSR Summit 2019

Penghargaan ini diinisiasi oleh Enterprise Asia, organisasi non pemerintah (NGO), yang fokus mempromosikan daya saing dan pengembangan kewirausahaan berkelanjutan sebagai upaya mengangkat status ekonomi masyarakat Asia. Adapun, penghargaan yang diberikan kepada Pupuk Kaltim adalah tentang perbaikan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui program Better Living in Malahing.
Rachmad Subiyanto | 27 Mei 2019 06:40 WIB
Manager CSR Pupuk Kaltim Dwi Pudyasmoro (kanan) berpose usai menerima penghargaan dari Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) kategori social empowerment pada ajang The International CSR Summit (ICS) 2019. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—PT Pupuk Kaltim (Persero) meraih penghargaan dari Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) kategori social empowerment pada ajang The International CSR Summit (ICS) 2019.

Penghargaan diterima oleh Manager CSR Pupuk Kaltim Dwi Pudyasmoro dari Former Quarter Master of General Indian Army Lt General Sudhir Sharma dengan didampingi President of Hoi Ping Ventures Hong Kong Alexandra Tracy di Hilton Taipei Sinban Taiwan, Jumat (24/5/2019).

Penghargaan ini diinisiasi oleh Enterprise Asia, organisasi non pemerintah (NGO), yang fokus mempromosikan daya saing dan pengembangan kewirausahaan berkelanjutan sebagai upaya mengangkat status ekonomi masyarakat Asia. Adapun, penghargaan yang diberikan kepada Pupuk Kaltim adalah tentang perbaikan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui program Better Living in Malahing.

Program ini dinilai berhasil memberikan wajah baru bagi masyarakat pesisir Bontang yang kerap diasosiasikan sebagai masyarakat kumuh dan tertinggal. Tak hanya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan, berbagai program pemberdayaan serta perbaikan pola pikir masyarakat pesisir Malahing, menjadi salah satu faktor utama Pupuk Kaltim mendapat penghargaan.

“Pupuk Kaltim dinilai memiliki komitmen tinggi mengubah kehidupan masyarakat pesisir menjadi lebih baik, utamanya dari lima aspek yang direalisasikan program Better Living in Malahing, diantaranya bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan dan perbaikan infrastruktur,” kata Dwi Pudyasmoro, dalam rilis yang diterima Bisnis, Senin (27/5/2019).

Menurut Dwi, kelima aspek tersebut dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan,sejak Better Living in Malahing digagas pada 2016. Program ini berawal dari perbaikan infrastruktur dan pemukiman, hingga berkembang pada empat bidang lain dalam dua tahun. Gagasan tersebut berangkat dari keprihatinan Pupuk Kaltim melihat kondisi masyarakat Malahing yang kesulitan mendapat air bersih, hingga tidak adanya pasokan listrik yang memadai.

Segala keterbatasan secara tidak langsung mempengaruhi perilaku masyarakat, yang hidup seadanya dengan lingkungan kumuh serta berpotensi mencemari ekosistem laut. “Itu awal munculnya gagasan Better Living in Malahing, sebagai program berkelanjutan yang fokus membina kawasan pesisir secara keseluruhan. Tak hanya lingkungan saja, perbaikan pola pikir dan pemberdayaan masyarakat masuk di dalamnya,” tambah Dwi.

Menjawab kebutuhan vital masyarakat Malahing, Pupuk Kaltim memberikan solusi penyediaan air bersih melalui teknologi sand filter, yakni inovasi penyaringan air hujan menjadi air bersih layak pakai. Hasil inovasi pun diuji coba di laboratorium Pupuk Kaltim dan dinyatakan layak konsumsi.

Begitu pun dengan ketersediaan pasokan listrik, Pupuk Kaltim memberikan solusi biodiesel dari minyak jelantah untuk bahan bakar genset, sebagai substitusi pengganti solar. Solusi ini diberikan untuk mendukung bantuan PLTS Komunal dari Pemerintah Kota Bontang yang mengalami kerusakan dan butuh biaya perbaikan yang tak sedikit.

Penggunaan biodiesel pun mampu menekan biaya operasional genset dan memenuhi kebutuhan listrik warga Malahing, meski beroperasi pada pukul 17.00 – 24.00 Wita setiap hari. Terobosan ini meminimalkan jumlah limbah yang dibuang ke laut dari sisa olahan rumah tangga sehari-hari. “Kini masyarakat Malahing sudah bisa menikmati air bersih dan listrik secara mandiri, tak lagi harus bolak balik ke darat (kota), hanya untuk mendapatkan air bersih,” lanjut Dwi.

Dari sisi kesehatan dan lingkungan, juga dilakukan berbagai pendampingan serta pembekalan. Malahing yang awalnya gersang, kini telah hijau, tertata dan lebih menarik. Warga juga telah menyadari arti penting kesehatan, serta mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menjaga lingkungan tetap asri dan bersih, guna mendorong perbaikan kualitas kesehatan warga. Pupuk Kaltim juga realisasikan toilet komunal yang telah dimanfaatkan maksimal, disamping sarana prasarana lain untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Selain itu, nelayan Malahing diberikan beragam pelatihan serta bantuan peralatan untuk mendorong produktivitas melaut, hingga tata cara budidaya sumberdaya kelautan yang kini juga diterapkan. Tak hanya itu, ibu rumah tangga pesisir pun lebih produktif, dengan serangkaian pelatihan keterampilan yang juga dilaksanakan bertahap, diantaranya pelatihan menjahit, tata boga, kerajinan daur ulang sampah, kewirausahaan hingga pemasaran online.

Ada juga pelatihan mengolah rumput laut menjadi aneka makanan dan minuman, serta inovasi replika olahan rumput laut seperti sabun, lulur dan masker. Produk olahan hasil pelatihan juga difasilitasi promosi pada pameran skala lokal maupun nasional. Bahkan tak jarang hasil olahan dijadikan tanda mata bagi tamu dari Pupuk Kaltim yang berkunjung ke Malahing.

Baru-baru ini, Pupuk Kaltim juga membekali warga Malahing tata cara hidroponik dengan memanfaatkan area sekitar pemukiman untuk ditanami berbagai jenis sayuran, guna menekan biaya yang dikeluarkan, khususnya pemenuhan gizi makanan yang dikonsumsi. Untuk peningkatan kapasitas pendidikan, Pupuk Kaltim mendirikan sekolah sejak beberapa tahun silam, yang juga telah direnovasi untuk perbaikan struktur bangunan.

“Juga ada program Pupuk Kaltim Mengajar, dengan guru tamu karyawan lintas departemen yang setiap minggu bergantian mengedukasi siswa siswi Malahing,” papar Dwi.

Dari seluruh program yang digagas, Dwi yakin Malahing ke depan lebih mandiri dengan masyarakat yang berdaya saing. Pupuk Kaltim dipastikan terus fokus membina pesisir Malahing, sebagai wujud kontribusi perseroan terhadap visi smart, green, and creative city yang digaungkan Pemerintah Kota Bontang, dengan tujuan utama menjadikan Malahing sebagai kampung konservasi ekowisata pesisir. “Itu tujuan besar gagasan Better Living in Malahing. Selain kehidupan yang lebih baik dari sisi ekonomi, masyarakatnya pun lebih berdaya saing dan terampil di berbagai bidang,” pungkas Dwi Pudyasmoro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pupuk kaltim

Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top