Pasokan BBM di Kalimantan Diprediksi Naik 7 Persen Jelang Idulfitri 2019

Mendekati Lebaran 2019, kebutuhan BBM dan LPG di Kalimantan diperkirakan meningkat 7 persen dibandingkan kebutuhan pada hari biasa.
Sophia Andayani | 28 Mei 2019 15:04 WIB
Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan Boy Frans J. Lapian memperkirakan peningkatan kebutuhan BBM dan LPG menjelang Idulfitri 2019 mengalami peningkatan sebesar 7 persen. 

"Peningkatan stok premium secara keseluruhan di wilayah Kalimantan sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 3.293 kilo liter (kl) per hari menjadi 3.539 kl per hari. Untuk area Kalimantan Timur (Kaltim), peningkatan stok premium diprediksi sebesar 4 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 976 kl per hari menjadi 1.011 kl per hari," paparnya, Selasa (28/5/2019).

Sementara itu, konsumsi gas oil atau solar di wilayah Kalimantan turun 4,5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.629 kl per hari dari 2.752 kl per hari. Khusus Kaltim, diprediksi turun hingga 13 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 714 kl per hari dari 823 kl per hari. 

Kemudian, stok untuk Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis Pertamax juga naik 2 persen di wilayah Kalimantan atau sekitar 562 kl per hari menjadi 574 kl per hari.

"Untuk Kaltim, peningkatan stok Pertamax tidak terlalu signifikan, hanya 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 108 kl per hari menjadi 109 kl per hari," ujar Boy.

Pertamina juga menyiagakan 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik dan wisata yang beroperasi selama 24 jam mulai dari H-7 sampai H+3 Idulfitri. Perinciannya, untuk Kaltim 13 SPBU, Kalimantan Tengah (Kalteng) 7 SPBU, Kalimantan Selatan (Kalsel) 16 SPBU, dan 11 SPBU untuk Kalimantan Barat.

"SPBU di jalur strategis tersebut kami instruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM dan kami juga menyiapkan tambahan mobil tanki sebanyak 48 unit yang diawaki 76 Awak Mobil Tangki (AMT)," tandasnya.

Khusus untuk LPG 3 kilogram (kg), Pertamina telah meningkatkan stok 6 persen dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 33.120 metrik ton dari konsumsi normal bulanan yaitu 31.320 metrik ton untuk wilayah Kalimantan.

Penguatan stok LPG telah dilakukan dari awal Mei 2019, dengan penambahan fakultatif melalui dua tahap. Tahap pertama pada periode 3-15 Mei 2019, sebanyak 1.186 metrik ton atau 395.360 tabung.

Kemudian, tahap kedua pada 15-31 Mei 2019 sebanyak 1.126 metrik ton atau 375.200 tabung. 

"LPG ini telah disalurkan kepada 231 agen dan 8.061 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan. Kami juga menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan LPG, di antaranya sebanyak 231 agen PSO [Public Service Obligation/Subsidi] siaga, 829 pangkalan siaga, 72 agen Non PSO (NPSO) siaga, dan 263 sub agen NPSO Siaga di seluruh wilayah Kalimantan. Kami juga mengingatkan agar pangkalan-pangkalan menjual LPG 3 kg ke masyarakat, bukan ke pengecer dan harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)," jelas Boy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan, BBM

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top