Tren Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur menyatakan sepanjang April 2019 ada kenaikan jumlah wisatawan mancanegara.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 11 Juni 2019 20:06 WIB
Ilustrasi lomba perahu ketinting khas Kalimantan. - Antara

Bisnis.com, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur menyatakan sepanjang April 2019 ada kenaikan jumlah wisatawan mancanegara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Atqo Mardiyanto menyatakan, pihaknya mencatat jumlah wisman yang masuk ke Bumi Etam sepanjang April 2019 adalah 349 kunjungan, atau naik 161 kunjungan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya berjumlah 188 kunjungan.

Sementara itu, jumlah wisman pada April 2019 jika dibandingkan dengan periode April 2018 mengalami kenaikan juga sebanyak 75 kunjungan.

“Secara kumulatif, pada periode Januari 2018 – April 2019 wisman yang berkunjung ke wilayah Kalimantan Timur telah mencapai 3.569 kunjungan,” ujar Atqo melalui keterangan resmi, Selasa (11/6/2019).

Adapun asal negara para wisman yang berkunjung ke Kaltim pada April 2019 terbanyak berasal dari Singapura, disusul Australia, lalu India. Ketiga negara tersebut peranannya mencapai 48,14% terhadap total kunjungan pada April 2019.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat ada perubahan dinamika jalur penerbangan di Bumi Etam dengan kehadiran dua bandara di dua kota besar yakni Samarinda dan Balikpapan.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti menyatakan jumlah penumpang angkutan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, mengalami penurunan sejak kehadiran Bandara APT Pranoto di Samarinda. Padahal, Bandara SAMS Sepinggan adalah bandara internasional yang sudah lama beroperasi di Kaltim.

Polana menyebut penurunan ini terlihat dalam pergerakan transportasi udara untuk melayani Angkutan Mudik Lebaran 2019. Tahun ini, Bandara APT Pranoto baru pertama kali melayani angkutan mudik, namun sudah bisa membuat penumpang terbagi. Pasalnya penurunan penumpang di Balikpapan mencapai sekitar 40%.

Umumnya, para penumpang yang pindah melalui APT Pranoto berasal dari Samarinda, Bontang, hingga Sangatta. Oleh sebab itu, Polana berharap Bandara SAMS Sepinggan bisa tetap eksis dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Balikpapan dan sekitarnya.

“Saya berharap perekonomian di Balikpapan dan sekitarnya bergerak tetap naik. Dan traffic penumpang kembali stabil,” ujar Polana.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Farid Indra Nugraha juga membenarkan penurunan penumpang di SAMS Sepinggan sangat terasa saat Lebaran 2019. Pasalnya, penurunan itu sudah terpantau mulai H-7 Lebaran sampai H+1 Lebaran.

“Penurunan terbesar pada H-2 mencapai 45% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top