Laju Ekspor Kalimantan Timur Masih Tumbuh Positif

Pelaku usaha ekspor di Kalimantan Timur mengklaim ekspor di Bumi Etam tidak terganggu dengan penurunan nilai ekspor nasional karena tetap mencatatkan pertumbuhan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 13 Juni 2019 14:35 WIB
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, SAMARINDA – Pelaku usaha ekspor di Kalimantan Timur mengklaim ekspor di Bumi Etam tidak terganggu dengan penurunan nilai ekspor nasional karena tetap mencatatkan pertumbuhan.

Ketua DPD Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kalimantan Timur, Muhammad Hamzah mengatakan pada triwulan I/2019 sampai April 2019 memang ekspor di Kaltim masih mengalami pertumbuhan. Kondisi ini sangat baik bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor nasional yang justru mengalami penurunan.

“Ekspor nasional menurun, Kaltim memang tetap meningkat. Kami belum periksa rinci persentasenya,” jelas Hamzah kepada Bisnis, Kamis (13/6/2019).

Dia menyatakan pelaku usaha masih akan merumuskan sejumlah potensi yang bisa mendorong pertumbuhan ekspor di Kaltim.

Adapun Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur merilis, nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada April 2019 mencapai US$1,33 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,89% dibanding dengan ekspor Maret 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Atqo Mardiyanto penurunan 11,89% ini jika dibanding April 2018 sebenarnya masih mengalami peningkatan 0,63%.
Dia membeberkan bahwa penurunan ekspor April 2019 didorong oleh turunnya ekspor barang migas dan barang nonmigas.

“Ekspor barang migas April 2019 mencapai US$0,09 miliar, turun 63,33% dibanding Maret 2019. Sementara ekspor barang nonmigas April 2019 mencapai US$1,24 miliar, turun 1,98% dibanding Maret 2019,” papar Atqo.

Dia menyatakan, persentase kenaikan terbesar ekspor pada April 2019 dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi pada golongan aneka produk kimia sebesar 118,14% dari US$4,03 juta menjadi US$8,79 juta. Sedangkan persentase penurunan terbesar terjadi pada golongan Bahan Bakar Mineral sebesar 15,86% dari US$1,41 miliar menjadi sebesar US$1,18 miliar.

Sementara itu, negara tujuan utama ekspor migas Provinsi Kalimantan Timur pada April 2019 antara lain ke Jepang, Malaysia dan Thailand masing-masing mencapai US$30,64 juta, US$27,60 juta dan US$21,14 juta. Persentase penurunan terbesar ekspor migas April 2019 dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi pada tujuan negara Tiongkok sebesar 84,87% dari US$67,37 juta menjadi US$10,19 juta.

Sedangkan untuk negara tujuan utama ekspor non migas Provinsi Kalimantan Timur pada April 2019 adalah ke Negara Tiongkok mencapai US$337,41 juta, disusul India sebesar US$308,60 juta, dan negara Malaysia dengan total US$114,94 juta. Adapun peranan ketiga negara tersebut mencapai 61,20%.

Atqo menjelaskan, persentase kenaikan terbesar ekspor non migas April 2019 jika dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi ke negara Malaysia sebesar 63,42%, yaitu dari US$70,34 juta menjadi sebesar US$114,94 juta. Sedangkan persentase penurunan terbesar ekspor non migas terjadi ke Jepang sebesar 47,53%, yaitu dari US$132,54 juta menjadi sebesar US$69,55 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top