Layanan Bandar Udara Long Ampung, Kaltara Diharapkan Lebih Baik

Kementerian Perhubungan telah membangun Bandar Udara di wilayah perbatasan, Bandar Udara Long Ampung, yang terletak di Kabupaten Malinau Selatan, Provinsi Kalimantan Utara, merupakan bandara yang dekat dengan wilayah perbatasan Malaysia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  15:13 WIB
Layanan Bandar Udara Long Ampung, Kaltara Diharapkan Lebih Baik
Ilustrasi - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Kementerian Perhubungan telah membangun Bandar Udara di wilayah perbatasan, Bandar Udara Long Ampung, yang terletak di Kabupaten Malinau Selatan, Provinsi Kalimantan Utara, merupakan bandara yang dekat dengan wilayah perbatasan Malaysia.

Bandara Long Ampung, berdiri sejak 1975 sebagai penghubung desa Long Ampung dengan daerah lainnya di wilayah Kalimantan Utara. 

Bandara ini telah melaksanakan dua kali pengembangan dan renovasi, sehingga mampu melayani calon penumpang dengan lebih baik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengungkapkan bahwa Bandara Long Ampung menjadi salah satu bandara terdepan di Indonesia yang turut serta membangun wilayah perbatasan. 

Saat ini, Bandara Long Ampung memiliki runway yang digunakan 790 m X 30 m yang mampu melayani pesawat sekelas jenis Cessna C208B Grand Caravan, dengan terminal dengan luas 240 meter persegi yang mampu menampung 45 penumpang. Bandara Long Ampung. 

Adapun pelayanan angkutan udara tahun 2019 secara komersial dan perintis oleh PT Susi Air diantaranya rute Long Ampung-Samarinda PP, Long Ampung-Tanjung Selor PP, Long Ampung-Tarakan dan Long Ampung-Malinau PP.

Selanjutnya Bandara Long Ampung juga melayani penerbangan Perintis Cargo dari Juwata Tarakan dilaksanakan oleh PT. SUSI Air dengan Jenis pesawat yang digunakan Cessna C208B Grand Caravan.

"Sebagai Bandara yang berada di daerah perbatasan, kehadiran Bandara Long Ampung turut serta membangun wilayah perbatasan. Konektivitas dan peningkatan ekonomi menjadi dorongan bagi kesejahteraan masyarakat,"ujarnya melalui keterangan resmi Selasa (13/8/2019).

Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara Long Apung Muhamad Fadil menyatakan bahwa kehadiran Bandara sangat membantu masyarakat.

Menurutnya, transportasi udara  menjadi salah satu hal terpenting bagi masyarakat Long Ampung, karena apabila menggunakan jalur darat  Long Ampung – Samarinda memakan waktu 2-3 hari itu pun apabila kondisi  hujan dapat memakan waktu hingga 2 minggu.

"Sehingga  keberadaan bandara sangat penting bagi masyarakat untuk pemerataan ekonomi dan distribusi barang kebutuhan masyarakat,"ujar Fadil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malinau, kaltara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top