Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sepaku & Semboja Titik Koordinat Ibu Kota Baru

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas merencanakan koordinat lokasi pembangunan ibu kota baru berada di Sepaku dan Semboja.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 September 2019  |  22:18 WIB
Sepaku & Semboja Titik Koordinat Ibu Kota Baru
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) memaparkan rencana pemindahan ibu kota dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (6/5/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas merencanakan koordinat lokasi pembangunan ibu kota baru berada di Kecamatan Sepaku (Kabupaten Penajam Paser Utara) dan Semboja (Kab. Kutai Kartanegara), Kalimantan Timur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasiona/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan lahan yang dicadangkan di dua lokasi tersebut seluas 180.000 ha dan untuk pembangunan pertama seluas 40.000 ha.

“Koordinatnya sudah ada, sudah ada petanya, Kira-kira Kecamatan Sepaku dan Semboja. Di dua lokasi itu,” ujarnya di Jakarta pada Sabtu (31/8/2019).

Bambang pun menegaskan bahwa saat ini yang dipindahkan ke Kaltim terkait dengan pusat pemerintahan. Selama ini Jakarta sebagai ibu kota menanggung beban yang berat. Tak hanya soal kepadatan penduduk, tetapi juga sebagian besar kegiatan di Indonesia berpusat di Jakarta

"Jakarta jadi sangat padat akibat apa, beban demikian konsentrasi karena sebagai pusat segalanya. Pusat perdagangan 20 persen di Jakarta, keuangan hampir separuh kegiatan keuangan Indonesia ada di Jakarta. Jasa perusahaan hampir 70 persen basisnya di Jakarta, pemerintahan hampir 50 persen, jasa pendidikan 72 persen," paparnya.

Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta memiliki 10,3 juta penduduk. Sementara jika ditambah sebagai wilayah Metropolitan Jabodetabek dan Punjur (Puncak Cianjur) penduduknya hampir 33 juta orang.

“Ini bukan salahnya Jakarta, bukan salah Gubernur. Jakarta jadi seperti ini karena beban yang luar biasa dan konsentrasi yang luar biasa," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan timur Ibu Kota Dipindah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top