Nilai Transakasi SKNBI Berpotensi Membesar

Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mulai meningkat mengikuti BI-RTGS melalui ketentuan baru yang berlaku efektif pada Senin (2/9/2019).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 September 2019  |  17:18 WIB
Nilai Transakasi SKNBI Berpotensi Membesar
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mulai meningkat mengikuti BI-RTGS melalui ketentuan baru yang berlaku efektif pada Senin (2/9/2019).

Berdasarkan data Bank Indonesia untuk Kalimantan Timur pada kuartal II/2019, secara nominal nilai transaksi melalui RTGS mencapai Rp8,8 triliun dibandingkan dengan SKNBI senilai Rp8,5 triliun.

Selisih nominal diantara keduanya sudah tidak terlampau banyak. Namun dari sisi volume transaksi, SKNBI masih lebih menonjol dengan 252.000 transaksi dibandingkan dengan RTGS sebanyak 4.159.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan, Bimo Epyanto mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan SKNBI masih didominasi oleh transaksi ritel, sedangkan RTGS memiliki nominal yang lebih besar karena adanya transaksi yang berhubungan dengan operasi kebijakan moneter Bank Indonesia.

 “Itu karena melibatkan antara kami (BI) dengan bank. Jadi mengapa angka transaksinya bisa jomplang sangat jauh,”ungkapnya.

Bimo menyebutkan, dampak kebijakan baru ini mungkin akna terlihat pada 2020 nantinya dengan makin memudahkan transaksi pemindahan dana. Namun, dia juga sulit untuk memprediksikan seberapa besar dampaknya karena faktor kondisi ekonomi global dan domestic yang turut mempengaruhi.

“Apalagi dengan capping transaksi dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar. Bisa membuka peluang masyarakat dan korporasi yang dulunya rtgs masuk ke skn. Sekarang menggunakan SKNBI juga bisa lebih cepat dengan biaya lebih murah dengan adanya durasi 9 kali,” imbuhnya.

Adapun secara nasional sarana transaksi SKNBI mulai dari 2016 untuk e-channel sebesar 56,58% dan teller 43,42%.

Grafik e channel pun terus menunjukkan peningkatan pada 2017 sebesar 64,83% dibandingkan dengan teller 35,17%. Porsi e-channel ini terus membesar hingga akhir tahun lalusebesar 67,92% dan teller 32,08%

Selain itu, grafik pergeseran masyarakat ke volume kliring kredit tren yang lebih positif dibandingkan dengan volume kliring warkat debit..

Rata-rata per tahun volume secara nasional jumlah transaksinya mencapai 91,5 juta transaksi dengan nilai nominal rata-rata per tahun Rp2,2 biliun atau Rp2.155 triliun. Sementara kliring warkat debit 31,32 juta dan nilai nominal Rp1.307 triliun.

“Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya kegiatan ekonomi membutuhkan dukungan kecepatan sistem layanan kami dalam sistem pembayaran. Saat ini sebanyak 112 bank siap implementasi,”tekannya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kliring, balikpapan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top