KSOP Nunukan Imbau Nelayan Waspada Kelompok Abu Sayyaf

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau nelayan dan kapal yang melakukan aktifitas di wilayah kerja mewaspadai pergerakan kelompok Abu Sayyaf.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2019  |  15:33 WIB
KSOP Nunukan Imbau Nelayan Waspada Kelompok Abu Sayyaf
Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters

Bisnis.com, NUNUKAN — Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau nelayan dan kapal yang melakukan aktifitas di wilayah kerja mewaspadai pergerakan kelompok Abu Sayyaf.

Hal ini menindaklanjuti pemberitahuan yang dikeluarkan Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah Malaysia per 1 September 2019 soal adanya kelompok asal Filipina bagian selatan tersebut yang telah bergerak ke perairan Malaysia. Sasaran pergerakan Abu Sayyaf yang sering melakukan penculikan ini adalah Bakongan, Bahala, Sandakan, Mamiang, Tambisan, dan Taganak.

Kepala KSOP Nunukan Syarief Bustaman menolak mengomentari atas kelompok ini dengan alasan belum ada pergerakan ke wilayah kerjanya.

"Saya belum bisa berkomentar karena belum ada pergerakan Kelompok Abu Sayyaf ini," katanya, Rabu (4/9/2019).

Namun dia mengakui KSOP Nunukan telah mengeluarkan imbauan kepada nelayan dan kapal-kapal yang melintas dekat perbatasan perairan Indonesia-Malaysia untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Syarief juga menyatakan imbauan yang menyalin pemberitahuan KJRI Kota Kinabalu tersebut sebagai salah satu upaya antisipasi yang dilakukannya.

Dalam Surat Pemberitahuan KJRI Kota Kinabalu Nomor: 01077/PK/09/2019/10/03 dijelaskan bahwa kelompok Abu Sayyaf telah bergerak ke target sasaran di perairan Negeri Sabah yang berbatasan dengan Kalimantan Utara.

Kelompok yang seringkali melakukan penculikan ini telah memasuki wilayah perairan Malaysia sejak 30 Agustus 2019. Sasarannya adalah ABK kapal batu bara, kapal tanker, nelayan kapal lengkong, dan nelayan kapal tarik udang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nelayan, Abu Sayyaf

Sumber : Antara

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top