2024, Kondisi Jalan Paralel Perbatasan Kalbar Ditargetkan Teraspal Penuh

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini di Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Paralel Perbatasan membentang mulai dari Temajuk hingga Batas Kalimantan Timur sepanjang 827,97 Km.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 September 2019  |  23:36 WIB
2024, Kondisi Jalan Paralel Perbatasan Kalbar Ditargetkan Teraspal Penuh
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN-- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan hingga 2024, pembangun jalan paralel perbatasan di Pulau Kalimantan sepanjang 1.920 Km telah teraspal semua.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto mengatakan meski jalan sudah tembus, pengaspalan diprioritaskan pada area yang sudah ada permukiman dan terdapat fasilitas umum. Sementara penggunaan lapisan agregat digunakan pada area yang masih butuh peningkatan lalu lintas harian-nya (LHR).

"Diperkirakan kebutuhan anggaran untuk proses pengaspalan hingga akhir tahun 2024 senilai Rp4,5 triliun termasuk untuk pembangunan jembatan," ujarnya melalui keterangan resmi dikutip Minggu (8/9/2019).

Adapun saat ini, rari 12 ruas/koridor yang ada, sebanyak 4 ruas sudah jalan dalam kondisi teraspal seluruhnya, yakni ruas Nanga Badau-Lanjak sepanjang 44,92 km, Lanjak-Mataso sepanjang 25,72 km, Mataso-Tanjung Kerja sepanjang 54,85 km, dan Tanjung Kerja-Putussibau sepanjang 37 km.

Pada tahun ini ruas yang ditangani adalah Ruas 1 Temajuk-Aruk (61,93 km), dimana saat ini sudah teraspal sepanjang 12 km dan sisanya masih berupa lapisan agregat sepanjang 49,93 km.

Pada ruas tersebut juga dibangun sebanyak 8 jembatan dengan panjang antara 20-90 meter. Selain itu juga dilakukan perbaikan sebanyak 64 jembatan kayu yang ada.

Untuk Ruas 2 Aruk-Bts. Kec.Siding/Seluas dari panjang 53,61 km sudah dalam kondisi beraspal sepanjang 41,6 km dan perkerasan tanah sepanjang 12,01 km. Peningkatan kualitas dilakukan pada ruas yang masih berupa tanah termasuk peninggian badan jalan sepanjang 2 Km yang merupakan lokasi rawan banjir yakni berada diantara Simpang Tapang dan Simpang Take. Selain itu dilakukan perbaikan terhadap 19 jembatan kayu yang sudah lapuk dengan menggantinya dengan jembatan berupa box culvert.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini di Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Paralel Perbatasan membentang mulai dari Temajuk hingga Batas Kalimantan Timur sepanjang 827,97 Km.

"Saat ini kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang 317,05 Km (38%), lapisan agregat sepanjang 253,29 km (31%), dan masih berupa perkerasan tanah 257,63 km (31%)," paparnya.

Jalan paralel perbatasan ini memiliki lebar minimal 7 meter dan ruang milik jalan (Rumija) minimal 25 meter.

Pembangunan jalan perbatasan dinilai strategis karena disamping fungsi pertahanan dan keamanan negara juga membuka daerah terisolir dan menumbuhkan ekonomi kawasan perbatasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan barat

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top