Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Bandara di Kalimantan Dikaji Jadi Hub Transportasi Ibu Kota Baru

Ketiga bandara itu masing-masing berlokasi di Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 September 2019  |  23:49 WIB
Pesawat berada di apron Bandara Sepinggan, Balikpapan, baru baru ini. - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pesawat berada di apron Bandara Sepinggan, Balikpapan, baru baru ini. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah pusat akan mengkaji tiga bandara terdekat dari lokasi ibu kota negara yang baru untuk menjadi hub (penghubung) aktivitas pemerintahan dan bisnis.

Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero) Suprasetyo mengatakan ada tiga lokasi bandara terdekat dengan ibu kota baru yaitu Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin. Dua di antaranya dibawah pengelolaan perseroan yakni SAMS Sepingggan Balikpapan dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin.

“Belum tentu Balikpapan yang jadi hub. Nanti dipilih dulu dari tiga bandara itu yang sudah siap dari sisi lahan dan strategis. Ada pembangunan terminal, kami bahas dengan Kementerian Perhubungan,”ungkapnya, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu,  Ali Mochtar Ngabalin yang juga salah satu Komisaris Angkasa Pura (AP) I menilai akan ada tanda-tanda baik masa depan bisnis penerbangan, baik dari pertumbuhan penumpang maupun pergerakan pesawat, setelah pengumuman ibu kota. Dia juga mendukung pengembangan Bandara Sepinggan karena menjadi kandidat sebagai bandara penghubung di ibu kota negara.

AP I memang tengah mengajukan rencana pengembangan infrastruktur tambahan di Bandara SAMS Sepinggan kepada pemerintah pusat agar bisa menyesuaikan dengan standarisasi ibu kota.

General Manager AP I Sepinggan Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan persiapan sudah dilakukan dari sisi masterplan dan ketersediaan lahan. Sejumlah rencana pengembangan infrastruktur tersebut adalah memperpanjang runway (landasan pacu) serta menambah kapasitas terminal.

Rencananya, runway akan diperpanjang dari saat ini 2.500 meter menjadi 3.000-3.250 meter. Adapun kapasitas terminal yang semula seluas 100.000 meter persegi untuk menampung 10 juta penumpang, secara bertahap--jika nantinya telah mencapai 20 juta penumpang--akan ditambah lagi hingga mencapai 30 juta penumpang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara Ibu Kota Dipindah
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top