Ibu Kota Pindah, Okupansi Hotel Perlahan Terkerek

Okupansi Hotel Perlahan Terkerek
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 September 2019  |  18:55 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Aktivitas Bisnis di kota gerbang Balikpapan mulai kencang setelah isu ibu kota baru berhembus.

General Manager Four Points Muhamad Viktor A Sin mengatakan saat ini lalu lintas tamu kunjungan bisnis yang menginap di Hotel Four Points mulai ramai. Para investor ini, melakukan perjalanan bisnis untuk melihat peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan ibu kota baru Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara (PPU).

“Okupansi kami saat ini meningkat hingga 80 persen, untuk hotel baru running pada bulan ketiga. Dengan lokasi yang sebenarnya tidak ideal, berada di dalam dekat perkampungan tetapi memang kekuatan brandingjuga berpengaruh,” jelasnya Jumat (20/9/2019).

Tak hanya aktivitas bisnis, sebagai ibu kota baru, kegiatan dari pemerintahan juga mulai bergerak. Misalnya saja untuk acara Bappenas dan lainnya. Dia menilai kondisi ini juga terjadi untuk rata-rata hotel di Balikpapan.

“Kebetulan kami tidak memiliki ballroom, kalau ada pasti okupansi bisa mencapai lebih dari 80 persen,”tekannya.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Four Points by Sheraton Balikpapan Mega Tarina mengungkapkan bisnis hotel semakin cerah mulai tahun depan.

“Pemindahan ibu kota banyak pembangunan dan mobilitas. Kalimantan punya bandara serta pelabuhan. Balikpapan akan sangat naik drastis untuk sektor ekonomi selain industri. Trafiknya dan Mice akan perlu dikembangkan,” jelasnya

Saat ini,ungkap dia sektor korporasi justru masih mendominasi tingkat keterisian hotel kendati bisnis perusahaan batubara dan tambang masih bergerak kurang menguntungkan. Namun, banyak sektor usaha lain yang mulai berkembang dan mengisi aktivitas di hotel, misalnya saja dari plantation, consumer good hingga sektor ritel yang masih stabil.

“Dengan ibu kota baru, tidak hanya menarik aktivitas korporasi, tetapi bisa memperbesar pasar pemerintahan yang selama ini belum banyak. Aktivitas kedua pasar ini menjadi ramai. Antisipasinya dan strateginya kami akan lebih aware dengan perkembangan Balikpapan. Mempersiapkan dan membaca pola bisnis,”tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top