Ekspor Migas Kaltim Masih Berikan Andil ke Neraca Perdagangan Nasional

Gubernur Kalimantan Timur Isran Nor mengatakan kendati demikian posisi ekonomi Kaltim paling rendah di seluruh provinsi pada 2018 lalu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  20:48 WIB
Ekspor Migas Kaltim Masih Berikan Andil ke Neraca Perdagangan Nasional
Gubernur Kaltim Isran Noor -

Bisnis.com,BALIKPAPAN— Pemerintah provinsi Kalimantan Timur menyebutkan bahwa nilai ekspor tambang minyak dan gas bumi di Kaltim masih besar peranannya dalam menopang defisit perdagangan nasional.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Nor mengatakan kendati demikian posisi ekonomi Kaltim paling rendah di seluruh provinsi pada 2018 lalu. Padahal masih menyumbang surplus perdagangan nasional yakni US$14,3 miliar. Adapun kalkulasi itu, lanjut dia, bila dihitung dari nilai ekspor yang telah dikurangi dengan nilai impor US$4,3 miliar.

Sedangkan bila dihitung komoditas yang diekspor melalui luar Kalimantan Timur seperti Surabaya, Jakarta dan Batam, maka capaiannya US$12,5 miliar.

"Artinya, bisa menanggung defisit perdagangan nasional hampir US$30 miliar atau lebih dari Rp450 triliun, menjadi penyangga kekuatan ekonomi dari defisit perdagangan nasional,"jelasnya Minggu (6/10/2019).

Dalam sejarah, Kalimantan Timur pernah memperjuangkan otonomi khusus dan mengajukan judicial review atas regulasi tentang dana bagi hasil ke Mahkamah Konstitusi.

"Itu pun gagal dan kita gak pernah sakit hati,"ungkapnya.

Sementara itu, Bappenas bersama Kementerian terkait telah melakukan kajian dampak ekonomi.

"Jelas ada manfaat yang besar, terjadi perubahan ekonomi di Kalimantan Timur,”ungkap menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Dirinya membenarkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur paling rendah se Indonesia yakni 2,7 persen pada 2018 lalu. Pasalnya, terlalu bergantung pada komoditas.

"Kami harapkan IKN bisa membuat perubahan ekonomi Kalimantan Timur lebih ke diversifikasi," ujarnya.

Pemerintah telah melakukan simulasi dampak IKN terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Hasilnya, bisa naik antara 8 sampai 9 persen selama masa konstruksi dan masa operasi.

"Bagaimana pun ada sektor jasa di IKN, namanya jasa pemerintahan yang jumlahnya tidak kecil," lanjutnya.

Selain itu, angkatan kerja bisa memanfaatkan kesempatan dalam pembangunan kawasan IKN yang pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Ada kontaktor, ada sub kontraktor. Harapan kami, pengusaha di Kalimantan Timur ikut berkontribusi dan angkatan kerja yang terampil juga harus mempersiapkan diri," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top