Deflasi Masih Melanda Kaltim, ini Besarannya

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Oktober 2019 masing -- masing terjadi deflasi -0,12% di Kota Samarinda dan deflasi sebesar -0,69 persen di Kota Balikpapan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 November 2019  |  21:41 WIB
Deflasi Masih Melanda Kaltim, ini Besarannya
Ilustrasi - Masjid Shirathal Mustaqhiem, Samarinda, Kalimantan Timur. - Bisnis/Gloria F.K. Lawi

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Secara keseluruhan provinsi Kalimantan Timur yang mencakup kota Samarinda dan Kota Balikpapan masih dilanda tingkat deflasi sebesar 0,37% pada Oktober 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Oktober 2019 masing -- masing terjadi deflasi -0,12% di Kota Samarinda dan deflasi sebesar -0,69 persen di Kota Balikpapan.

Deflasi di Kalimantan Timur dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,28%. Selanjutnya kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar 0,96%, kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0,07% dan kelompok kesehatan dengan deflasi sebesar 0,05%.

Sementara itu 3 kelompok lainnya justru mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26% kemudian kelompok sandang sebesar 0,17% dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01%.

Berdasarkan data tersebut tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,03% dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 1,51%.

Dari 82 kota pantauan IHK nasional, pada Oktober 2019 yaitu sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di kota Manado sebesar 1,22 persen dan terendah terjadi di Kota Pematang Siantar, Tual dan Ternate sebesar 0,01%. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,69% dan terendah di Kota Palopo sebesar 0,01%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top