IKN : Integrasi Pelabuhan Direncanakan

Rencana pembangunan dan pengembangan pelabuhan di calon Ibu Kota Negara (IKN) akan dilakukan melalui integrasi dengan pariwisata.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:09 WIB
IKN : Integrasi Pelabuhan Direncanakan
Ilustrasi - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Rencana pembangunan dan pengembangan pelabuhan di calon Ibu Kota Negara (IKN) akan dilakukan melalui integrasi dengan pariwisata.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Farid Padang mengatakan akan melakukan pengembangan sekaligus di enam pelabuhan utama, sejalan dengan penetapan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kaltim.

Selain itu, integrasi pelabuhan dan pariwisata meliputi Pelabuhan Semayang Balikpapan, Pelabuhan Kuala Samboja dan Pelabuhan Palaran Samarinda.

“Kami menghadapi tantangan besar. Salah satunya pembangunan pelabuhan yang terintegrasi dengan dunia industri IKN dan wilayah penunjang di Kaltim,” jelasnya Selasa (10/12/2019).

Pihaknya telah memiliki recana membangun untuk pelabuhan Kuala Samboja. Seperti yang ia sebutkan di awal, pelabuhan tersebut berkonsep pelabuhan integrasi dengan industri. 

Rencana, pelabuhan ini memiliki dermaga petikemas 500x35 meter, dermaga multipurpose 500x20 meter, lapangan penumpukan 50 hektare, dan area industri seluas 150 hektare.

Selain itu, sambungnya, pengembangan pelabuhan terintegrasi dengan industri di Pelindo IV sebagai langkah hilirisasi, yakni Terminal Petikemas Kariangau, Pelabuhan Kuala Samboja, Pelabuhan Palaran Samarinda dan Pelabuhan Marangkayu Bontang.

Menurutnya, pelabuhan merupakan akses utama jalur industri dan perdagangan, juga akan dicanangkan menjadi aset pariwisata baik itu domestik maupun internasional.

Dia menyebutkan bahwa sebut aset sektor pariwisata karena pelabuhan yang memadai akan menjadi destinasi sejumlah kapal pesiar (Cruise) karena memungkinkan untuk sandar.

“Tentu saja dengan banyaknya kapal pesiar yang berlabuh akan menambah pemasukan bagi daerah seiring dengan adanya wisatawan,”imbuhnya.

Diaa menargetkan bahwa percepatan pembangunan akan rampung dalam 3 tahun mendatang. Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor untuk menjalankan pembangunan tersebut.

Di era digitalisasi seperti sekarang, dia juga berharap adanya sebuah sistem pelayanan otomatis yang bisa mengukur dan mendata setiap barang atau yang berhubungan dengan industri di setiap pelabuhan.

“Kami tidak mau ada kecolongan atau ada timbangan berlebihan yang lolos lagi,”tekannya.

KKT Paling Potensial

Sementara itu, Farid menyebutkan bahwa dari sejumlah pelabuhan di Kaltim, yang paling berpotensi dikembangkan untuk IKN adalah Kaltim Kariangau Terminal.

Kondisi itu dikarenakan selain lokasinya strategis, fasilitas juga memadai baik dari segi kedalaman alur dan kolam pelabuhan serta ketersediaan lahan.

Dalam rencananya, pengembangan KKT untuk jangka pendek (2019-2024) pembangunan dermaga 200x30 meter dan lapangan penumpukan seluas enam hekatare.

Pihaknya juga memiliki recana jangka panjang yang ditargetkan hingga 2029, yaitu, pembangunan dermaga 600x30 meter, lapangan penumpukan 8,3 hektare meliputi lahan reklamasi 42 hektare dan 6 hektare. Kapasitas bisa mencapai 2.080.000 Teus per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, Ibu Kota Dipindah, IKN

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top