Bergairah, OSL Pegadaian Balikpapan Ditarget Tinggi

Realisasi pencapaian saluran pinjaman atau outstanding loan/OSL PT Pegadaian (persero) area Balikpapan pada 2019 melebihi sasaran. Perseroran mendapat Rp780 miliar dari target Rp733 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  17:45 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Realisasi pencapaian saluran pinjaman atau outstanding loan/OSL PT Pegadaian (persero) area Balikpapan pada 2019 melebihi sasaran. Perseroran mendapat Rp780 miliar dari target Rp733 miliar.

Asror Maskuri, Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan, mengatakan bahwa capaian OSL berasal dari pinjaman gadai sebesar Rp577 miliar dan non-gadai Rp203 miliar. Perolehan tersebut membuat kantor pusat menaikkan target yang lebih tinggi di wilayahnya menjadi Rp929 miliar.

"Kita di 2020 naik 20 persen. Memang selisih 2 persen lebih tinggi dengan teman-teman [wilayah] yang lain. Karena 2019 target RKAP [rencana kerja dan anggaran perusahaan] kita capai 107,89 persen. Dari Rp733 miliar, kita tembus di angka Rp780 untuk OSL," katanya saat ditemui di ruangannya, Jumat (31/1/2020).

Asror menjelaskan bahwa target OSL di Balikpapan akan dikebut selesai pada Juli ini. Dengan begitu, dia bisa mengejar target yang lain.

Salah satunya adalah rekening tabungan emas. Tahun lalu dia ditarget menarik nasabah sebanyak 75.275 orang. Realisasinya mencapai 75.651. Sementara target tahun ini adalah 102.014.

"Kemarin rakortas [rapat koordinasi terbatas] kita sepakat di angka 105.000. Untuk tabungan emas kita tidak bisa menjamin di Juli. kita taruh di Oktober tercapai," jelasnya.

Demi mengejar target-target tersebut, Pegadaian Balikpapan melakukan kerja sama dengan kantor dinas pemerintah, perusahaan, hingga sekolah membuat nota kesepahaman. Dengan begitu semakin banyak yang tertarik menggunakan layanan perseroan.

"Kita konsen di mikro, di non gadai. Untuk strategi entri poin, kita masuk melalui tabungan emas dan arrum haji. Setelah itu bisa di [layanan] gadai. Ini tergantung perkembangan di lapangan, tergantung antusias audiens di lapangan untuk bertanya," ucap Asror.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pegadaian

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top