Marak Calo Tanah di Ibu Kota Baru, Pemda Kewalahan

Pemda mengaku kewalahan akibat banyaknya calo tanah di calon ibu kota baru. Penambahan personel BPN adalah kewajiban.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  18:18 WIB
Marak Calo Tanah di Ibu Kota Baru, Pemda Kewalahan
Kabupaten Penajam Paser Utara - JIBI

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi ibu kota negara baru pada Agustus tahun lalu. Lokasinya, di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Saat ini sedang menyatukan desain tata ruang dari beberapa pemenang lelang.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa setelah perpindahan ibu kota negara (IKN) diketahui, mafia tanah menjamur. “Kami keawalahan dengan calo tanah. Kita mengalami perebutan tanah,” katanya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (28/2/2020).

Rizal menjelaskan bahwa hingga kini banyak kasus penyelewengan seperti tumpang tindih hingga pemalsuan lahan. Dinas Pertanahan sering kali dipanggil kepolisian untuk memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

Untuk mengatasi ini, perlu ada penambahan personel di Badan Pertanahan Negara (BPN). Dengan tenaga yang ada, tidak cukup mengatasi masalah yang melonjak.

Rizal sudah melaporkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Sofyan Djalil agar penambahan tenaga bisa direalisasikan. Agar pelayanan juga meningkat. “Sehingga pendataan gampang, Data base gampang. Supaya tidak terjadi tumpang tindih lahan biar tidak ada klaim lagi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemindahan Ibu Kota, Ibu Kota Dipindah

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top