Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Pemisahan Unit Usaha Syariah, Bank Kaltimtara Masih Tunggu Arahan Regulator

Bank Kaltimtara menyambut baik apabila ada revisi yang menunda atau bahkan membuatnya bukan kewajiban lagi.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  15:33 WIB
Pegawai Bank Kaltimtara melayani penarikan uang di kantor cabang. Bank Kaltimtara mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan pemerintah daerah (Pemda) dengan menerapkan Sistem SP2D Online. - Istimewa/Humas
Pegawai Bank Kaltimtara melayani penarikan uang di kantor cabang. Bank Kaltimtara mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan pemerintah daerah (Pemda) dengan menerapkan Sistem SP2D Online. - Istimewa/Humas

Bisnis.com, BALIKPAPAN—PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) masih menunggu arahan lebih lanjut dari regulator mengenai pemisahan atau spin-off unit usaha syariah menjadi bank umum syariah. Kendati demikian, bank milik pemerintah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara itu sudah membentuk tim internal yang menangani proses tersebut.

Direktur Utama Bank Kaltimtara Muhammad Yamin mengatakan bahwa pihaknya dalam posisi menunggu karena UU No.21/2008 tentang Perbankan Syariah masih belum direvisi dan masih mewajibkan adanya spin-off tersebut. Namun, pihaknya menyambut baik apabila ada revisi yang menunda atau bahkan membuatnya bukan kewajiban lagi.

“Kami sudah menyiapkan tim internal dan sudah ada tahapannya. Sempat ada beberapa rencana tapi kami masih tunggu kelanjutan dari regulator,” katanya kepada Bisnis, Jumat (22/01/2021).

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana sempat menyebutkan OJK telah mengusulkan agar spin-off unit usaha syariah tidak lagi menjadi kewajiban, tetapi bersifat sukarela. Usulan itu masuk Rancangan Undang- Undang (RUU) Omnibus Law Sektor Keuangan.

Heru menjelaskan spin-off membutuhkan permodalan dari induknya untuk menyediakan modal anak usahanya. Hal tersebut tidak mudah bagi beberapa bank termasuk bank pembangunan daerah (BPD).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kaltimtara
Editor : Rachmad Subiyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top